Trump Sebut AS Ada Potensi Tolak Proposal Perdamaian Baru Iran
Akhmad Baihaqi Arsyad
WEST PALM BEACH, (ERAKINI) - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkapkan bahwa pihaknya akan mempelajari proposal perdamaian terbaru yang diajukan Iran. Namun, ia secara terang-terangan meragukan kemungkinan proposal tersebut dapat diterima, seraya tetap membuka peluang adanya aksi militer lanjutan terhadap Teheran.
Perundingan antara kedua negara sejauh ini masih menemui kebuntuan, meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak 8 April. Upaya diplomasi yang dilakukan, termasuk satu putaran pembicaraan di Pakistan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari dua bulan, belum membuahkan hasil.
Media Iran seperti Tasnim News Agency dan Fars News Agency melaporkan bahwa Teheran telah menyerahkan proposal berisi 14 poin kepada pihak mediator di Islamabad. Proposal tersebut mencakup penghentian konflik di seluruh wilayah serta pembentukan mekanisme baru untuk pengelolaan Selat Hormuz yang sangat strategis bagi jalur energi global.
Trump, melalui platform media sosialnya, menyatakan bahwa ia akan segera menelaah proposal tersebut. Namun, ia menilai kecil kemungkinan untuk menyetujuinya, dengan alasan Iran dinilai belum menanggung konsekuensi yang cukup atas kebijakan-kebijakannya selama puluhan tahun.
Dalam keterangannya kepada media di Florida, Trump juga enggan merinci kondisi yang dapat memicu aksi militer baru, tetapi tidak menutup kemungkinan tersebut sepenuhnya.
Di pihak Iran, tokoh militer senior Mohammad Jafar Asadi menyatakan bahwa potensi konflik baru dengan Amerika Serikat tetap terbuka lebar. Ia menegaskan bahwa pengalaman menunjukkan Washington kerap tidak konsisten dalam memegang komitmen internasional.


















