Terkait Pembakaran Al Quran, Uni Emirat Arab Panggil Kuasa Usaha Swedia
Akhmad Baihaqi Arsyad
ANKARA, (ERAKINI) - Jumat (21/7/2023) Uni Emirat Arab (UAE) mengatakan telah memanggil kuasa usaha Swedia di Abu Dhabi utuk memprotes keputusan yang mengizinkan pembakaran kitab suci Al Quran baru-baru ini di negara Nordik tersebut.
"Kementerian Urusan Luar Negeri telah memanggil Kuasa Usaha di Kedutaan Besar Kerajaan Swedia untuk UAE dan menyerahkan pernyataan protes resmi kepadanya atas serangan berulang dan penistaan terhadap salinan Al Quran yang dilakukan ekstremis di Kerajaan Swedia," demikian menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri UAE, dikutip dari Antara, Jumat (22/7/2023).
Kecaman keras disampaikan UAE terhadap keputusan pemerintah Swedia yang membiarkan aksi seperti itu terulang. Menurutnya, hal itu mencerminkan ‘Pengabaian terhadap tanggung jawab internasional dan kurang menghargai nilai-nilai sosial’. Selain itu UAE juga menekankan pentingnya ‘mengawasi dan menangani ujaran kebencian serta ekpresi rasisme yang secara negatif berdampak pada keamanan dan perdamaian’. Kementerian juga menyampaikan penolakan penggunaan kebebasan berekspresi sebagai pembenaran untuk aksi keji tersebut.
Sebelumnya, pada Kamis pagi sekumpulan warga Irak menyerbu Kedubes Swedia di Baghdad dan membakar gedung kedutaan sebagai bentuk protes terhadap pembakaran salinan Al Quran pada 28 Juni oleh Salwan Momika.
Momika adalah pria kelahiran Irak yang kini tinggal di Swedia.
















