RI Tegaskan Kembali Pentingnya Gencatan Senjata Permanen di Gaza
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Pemerintah Indonesia menegaskan kembali pentingnya negara-negara di dunia mendesak gencatan senjata permanen untuk membela keadilan dan kemanusiaan bagi warga di Jalur Gaza.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, Selasa (28/11/2023), mengatakan bahwa jeda kemanusiaan yang telah disepakati antara Israel dan kelompok Hamas Palestina, tidak cukup.
“Yang diperlukan adalah sebuah gencatan senjata yang permanen agar nyawa dapat diselamatkan dan bantuan kemanusiaan yang diperlukan dapat diberikan,” kata Menlu Retno ketika menyampaikan keterangan pers secara virtual dari New York.
Menlu Retno kemudian mengajak semua negara untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, serta memastikan agar bantuan tersebut bisa disalurkan tanpa hambatan.
“Negara dunia harus membantu UNRWA dan lembaga kemanusiaan lainnya agar dapat membantu 1,7 juta pengungsi di Gaza. Dari sisi Indonesia, saya sampaikan komitmen Indonesia untuk meningkatkan bantuan, termasuk kesiapan mengirimkan kapal rumah sakit,” tutur Menlu Retno.
Pada Senin (27/11/2023), Qatar sebagai mediator mengumumkan bahwa jeda kemanusiaan 4 hari di Jalur Gaza yang berakhir Selasa (28/11/2023) bakal diperpanjang 2 hari.
Selama gencatan senjata berlangsung, Hamas telah membebaskan 50 perempuan dan anak-anak Israel dari total 240 sandera yang diambil dari dalam serangan 7 Oktober 2023.


















