Anggota Palang Merah Palestina dan layanan darurat lainnya membawa jenazah rekan-rekan penyelamat yang tewas oleh pasukan Israel, selama prosesi pemakaman di rumah sakit Nasser di Khan Younis di Jalur Gaza selatan pada 31 Maret 2025. (Foto: AFP).
GAZA, (ERAKINI) - Sebuah investigasi independen terbaru mengungkap detail mencengangkan terkait tewasnya 15 pekerja bantuan di Gaza selatan pada 23 Maret 2025. Laporan gabungan dari Forensic Architecture dan Earshot menyimpulkan bahwa pasukan Israel melepaskan lebih dari 900 ke arah konvoi kendaraan darurat Palestina yang telah diberi tanda jelas, sebelum kemudian mendekat dan menembak sejumlah korban selamat dari jarak dekat.
Melansir Al Jazeera, insiden tersebut terjadi di Tal as-Sultan, wilayah di barat Rafah, Jalur Gaza bagian selatan. Para korban terdiri dari paramedis Palang Merah Palestina, petugas Pertahanan Sipil Palestina, serta satu staf dari UNRWA. Setelah kejadian, jenazah para korban dilaporkan dikuburkan bersama kendaraan mereka.
Sementara itu, Militer Israel pada awalnya menyatakan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut “tidak terkoordinasi”, kemudian mengakui adanya “kesalahan profesional”. Namun, laporan forensik terbaru menggambarkan situasi berbeda: dugaan penyergapan terencana, tidak adanya tembakan balasan dari pihak korban, serta tindakan sistematis terhadap korban yang masih hidup.
Investigasi ini mengandalkan metode ‘kesaksian situasional’ serta analisis balistik audio tingkat lanjut. Para peneliti memeriksa rekaman suara tembakan untuk menentukan jarak, arah, serta jenis senjata yang digunakan.
Salah satu bukti kunci berasal dari ponsel milik Rifaat Radwan, seorang paramedis yang mulai merekam pada pukul 05.09 pagi ketika serangan dimulai. Dalam video berdurasi sekitar lima setengah menit, terdokumentasi sedikitnya 844 letusan senjata. Jika digabung dengan rekaman lain, total tembakan yang teridentifikasi mencapai setidaknya 910 peluru.
Dalam rekaman tersebut, Radwan terdengar menyampaikan pesan terakhir kepada ibunya sebelum akhirnya meninggal dunia.
Menurut analisis akustik, sekitar 93 persen suara tembakan memiliki karakteristik gelombang kejut supersonik yang diikuti dentuman moncong senjata. Pola ini menunjukkan bahwa kamera, dan para pekerja bantuan di sekitarnya, berada langsung di jalur tembak.
Laporan tersebut juga mencatat intensitas tembakan yang sangat tinggi, bahkan pada satu momen lima peluru dilepaskan hanya dalam 67 milidetik. Kecepatan ini mengindikasikan sedikitnya lima penembak, kemungkinan lebih, yang melepaskan tembakan secara bersamaan dari posisi lebih tinggi sekitar 40 meter dari lokasi korban.
Berdasarkan rekonstruksi waktu, tembakan terjadi terus-menerus antara pukul 05.09 hingga 07.13 pagi, lebih dari dua jam. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa para pekerja bantuan menjadi sasaran dalam serangan yang berkelanjutan selama periode itu.
Investigasi ini menjadi salah satu dokumentasi paling rinci mengenai insiden tersebut hingga saat ini, dan berpotensi memperdalam sorotan internasional terhadap peristiwa yang terjadi di Gaza pada 2025.