Ngeri! Korban Tewas Perang Gaza Sudah Tembus 70 Ribu, Seruan Keadilan Palestina Menggema
Akhmad Baihaqi Arsyad
DEIR AL-BALAH, (ERAKINI) - Tragedi kemanusiaan di Gaza kembali mencatatkan bab kelam. Kementerian Kesehatan di wilayah terkepung itu mengungkapkan bahwa jumlah warga Palestina yang gugur sejak agresi Israel-Hamas pecah telah melampaui 70.000 jiwa. Angka memilukan ini terus merangkak naik bahkan setelah gencatan senjata diumumkan pada 10 Oktober.
Melansir Arab News, klaim pelanggaran gencatan senjata dijadikan alasan Israel untuk kembali menggempur, rumah-rumah yang rata dengan tanah masih menyimpan jenazah yang perlahan dievakuasi. Setiap hari, daftar korban bertambah panjang, terutama perempuan dan anak-anak.
Salah satu episode paling menyayat hati terjadi di Gaza selatan. Rumah Sakit Nasser melaporkan kedatangan jenazah dua bocah bersaudara, masing-masing berusia 8 dan 11 tahun, yang tewas akibat serangan drone Israel di dekat sebuah sekolah tempat para pengungsi mencari perlindungan di Beni Suhaila.
Militer Israel mengklaim telah menembak dua penyusup yang dianggap melakukan aktivitas mencurigakan. Namun pernyataan mereka tidak menyinggung sedikit pun soal dua bocah yang menjadi korban. Dalam insiden lain, tentara Israel kembali menembak mati seseorang di lokasi terpisah, menambah panjang daftar kekerasan.
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober, lebih dari 350 warga Palestina tetap menjadi korban serangan, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. Hamas pun kembali meminta para mediator internasional mendesak Tel Aviv menghentikan pelanggaran yang terus berulang.
Sementara itu, Amerika Serikat tengah merancang cetak biru masa depan Gaza pascaperang. Dokumen awal itu membahas pembentukan pasukan stabilisasi internasional, struktur pemerintahan transisi, hingga kemungkinan tahapan menuju kemerdekaan Palestina, sebuah harapan yang terus dipinggirkan selama puluhan tahun.
Tekanan militer Israel tak hanya terjadi di Gaza. Di Tepi Barat, tentara Israel kembali menuai kecaman setelah rekaman televisi Arab menunjukkan dua pria Palestina ditembak mati meski tampak telah menyerah. Warga setempat menyebut insiden itu sebagai eksekusi di luar hukum yang menambah daftar panjang pelanggaran HAM di wilayah pendudukan.
Tragedi demi tragedi ini semakin memperkuat seruan dunia untuk mengakhiri kekerasan, menghentikan agresi, dan membuka jalan menuju kebebasan serta keadilan bagi rakyat Palestina.
















