Inggris Kumpulkan 30 Negara Cari Cara Membuka Selat Hormuz yang Lumpuh
Akhmad Baihaqi Arsyad
LONDON, (ERAKINI) - Ketegangan global kian memuncak setelah lebih dari 30 negara berkumpul untuk merumuskan langkah diplomatik membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital energi dunia yang kini nyaris lumpuh akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pertemuan penting ini digelar di London dan dihadiri oleh para menteri luar negeri dari berbagai negara besar. Namun, absennya Amerika Serikat menjadi sorotan utama, terlebih setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pengamanan jalur tersebut bukan tanggung jawab Washington.
Sejak konflik pecah pada akhir Februari, situasi di Selat Hormuz memburuk drastis. Serangan terhadap kapal-kapal komersial meningkat tajam, memicu ketakutan global.
Menurut Lloyd’s List Intelligence sedikitnya 23 serangan telah terjadi, 11 awak kapal tewas dan lalu lintas kapal hampir terhenti total. Saat ini, jalur tersebut didominasi kapal yang mengangkut minyak Iran dan menghindari sanksi, memperlihatkan kontrol kuat Teheran atas wilayah tersebut.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan bahwa pertemuan ini akan mengevaluasi semua opsi diplomatik untuk memulihkan kebebasan navigasi, menjamin keselamatan kapal dan awak serta menghidupkan kembali distribusi barang penting.
















