JAKARTA, (ERAKINI) - Menghadapi lonjakan kendaraan saat puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas Polri) telah menyiapkan berbagai strategi pengaturan lalu lintas.
Kepala Korlantas Polri, Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa pihaknya telah mematangkan skenario tersebut melalui Tactical Floor Game (TFG) dalam rangka kesiapan Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Aula Madellu Korlantas Polri, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara bertahap apabila terjadi peningkatan signifikan volume kendaraan, baik saat arus mudik maupun arus balik.
“Ketika nanti terjadi bangkitan arus, baik itu arus mudik maupun arus balik, ada istilah manajemen rekayasa lalu lintas. Yang pertama adalah penjagaan, termasuk pengawalan hingga alih arus,” ujar Irjen Pol Agus.
Pihaknya bakal menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contra flow di Tol Jakarta-Cikampek secara situasional. Selain itu, terdapat tiga kategori penerapan one way, pertama one way lokal yang diberlakukan di ruas jalan arteri maupun tol. “Kalau one way lokal, itu bisa diberlakukan di jalan arteri seperti di Gadog atau Nagreg, termasuk ruas tol di luar KM 70 sampai KM 414,” jelasnya.
Kedua, one way sepenggal yang diberlakukan pada ruas tertentu dari KM 70 Cikatama hingga KM 414 GT Kalikangkung Tol Trans Jawa.
Sementara itu, penerapan one way nasional akan diberlakukan dari Tol KM 70 Cikatama hingga KM 414 GT Kalikangkung dengan mempertimbangkan kondisi terkini di lapangan berdasarkan hasil traffic counting atau perhitungan volume kendaraan.
“One way nasional yang diterapkan pada ruas tol KM 70 hingga KM 414. Pemberlakuan skema ini akan diumumkan secara resmi sesuai dengan hasil evaluasi situasi arus lalu lintas.
Masyarakat diimbau Korlantas Polri untuk terus memantau informasi resmi terkait rekayasa lalu lintas serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama selama periode mudik dan balik.