5 Fakta KRL Bablas di Stasiun Sudirman hingga Masinis Diperiksa
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Kereta Rel Listrik (KRL) rute Kampung Bandan-Manggarai dilaporkan tidak berhenti di Stasiun Sudirman, Jakarta, pada Rabu (28/10/2026). Peristiwa tersebut membuat penumpang yang hendak turun di Stasiun Sudirman terpaksa melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Manggarai.
Insiden itu kemudian menjadi perbincangan di media sosial. Menindaklanjuti kejadian tersebut, KAI Commuter memeriksa masinis yang bertugas untuk mengetahui penyebab pasti kereta tidak berhenti di stasiun tujuan penumpang.
Berikut 5 fakta mengenai peristiwa KRL bablas di Stasiun Sudirman.
1. KRL Nomor 5712C Bablas di Stasiun Sudirman
Informasi mengenai KRL yang tidak berhenti di Stasiun Sudirman beredar di media sosial. Berdasarkan unggahan yang beredar, Commuter Line nomor KA 5712C dengan rangkaian CRRC Trainset 4 yang bertujuan akhir Stasiun Manggarai melewati Stasiun Sudirman tanpa berhenti.
Akibatnya, penumpang yang hendak turun di Stasiun Sudirman tidak dapat turun sesuai tujuan mereka.
2. Penumpang Terpaksa Melanjutkan Perjalanan ke Manggarai
Peristiwa tersebut membuat penumpang yang hendak turun di Stasiun Sudirman harus melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Manggarai.
Setibanya di Manggarai, mereka harus menyeberang peron untuk menaiki KRL kembali ke arah Stasiun Sudirman.
Salah satu pengguna media sosial Threads dengan akun Divaaputrii menceritakan pengalamannya saat menaiki KRL dari Tanah Abang menuju Stasiun Sudirman.
"Naik dari Tanah Abang untuk turun di Stasiun Sudirman. Tapi ternyata di stasiun Sudirman tidak berhenti. Tbtb kereta berhenti mendadak setelah sudah lewat stasiun sudirman (mungkin baru ingat kl belum berhenti?). Dan akhirnya berujung diajak ke stasiun Manggarai," tulis Diiva.
3. KAI Commuter Memeriksa Masinis
Menanggapi insiden tersebut, KAI Commuter melakukan pemeriksaan terhadap masinis yang bertugas mengoperasikan KRL rute Kampung Bandan–Manggarai.
Manajer Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kereta tidak berhenti di Stasiun Sudirman.
"Atas kejadian tersebut, KAI Commuter langsung mengambil tindakan tegas dan responsif dengan melakukan penanganan di lapangan. Selain juga pemeriksaan secara intensif terhadap petugas masinis yang berdinas pada rangkaian kereta tersebut guna mengetahui penyebab pasti atas kejadian tersebut," kata Leza dalam keterangannya.
4. KAI Evaluasi SOP Petugas
Selain memeriksa masinis, KAI Commuter juga akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) bagi para petugas.
Leza mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperketat pengawasan dan meningkatkan pembinaan terhadap awak sarana perkeretaapian.
"Sebagai operator moda transportasi Commuter Line, kami terus berupaya memperketat pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh awak sarana perkeretaapian demi menjaga standar keselamatan transportasi publik yang aman," ujarnya.
5. KAI Commuter Minta Maaf
KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas pelanggaran operasional yang terjadi dalam perjalanan KRL tersebut.
Perusahaan juga berharap insiden serupa tidak kembali terjadi. KAI Commuter menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas dalam penyelenggaraan layanan transportasi publik.

















