Tiga inovasi digital Indonesia bersinar di panggung dunia, sabet pengakuan bergengsi PBB di WSIS Prizes 2026. (Foto: Komdigi).
JAKARTA, (ERAKINI) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Indonesia di kancah internasional. Tiga inovasidigital karya anak bangsa berhasil masuk jajaran terbaik dunia dalam ajang bergengsi The World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa transformasi digital Indonesia semakin menunjukkan dampak nyata dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, keamanan siber, hingga pemberantasan informasi palsu di ruang .
Menurut Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, kualitas inovasi Indonesia yang berhasil menembus nominasi dan kategori champion WSIS terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Inovasi yang lahir dari berbagai instansi pemerintah, kata dia, kini tidak hanya mengandalkan teknologi semata, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung dan memberikan manfaat yang luas.
“Saya melihat yang jadi nomine dan pemenang di WSIS tahun ini bobotnya makin kuat sejak tiga tahun terakhir,” ujar Wamen Nezar Patria saat menerima audiensi nomine WSIS Prizes 2026 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, dikutip dari laman resmi Komdigi, Kamis (11/6/2026).
Adapun pada ajang WSIS Prizes 2026, Indonesia berhasil menempatkan 3 inisiatif terbaik di antara 90 WSIS Champions 2026 dari seluruh dunia. Ketiga inisiatif tersebut adalah Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, serta Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).
Nezar menilai, berbagai inovasi yang dikembangkan Kemdikdasmen maupun Pemprov DKI Jakarta memiliki manfaat nyata bagi masyarakat serta mampu mendorong transformasi digital di sektor publik. Keberhasilan tersebut, kata dia, dapat menjadi contoh bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah lainnya untuk menghadirkan layanan publik yang lebih dekat, mudah diakses, dan responsif melalui platform digital. “Inisiatifnya sangat baik, sangat useful, juga impactful untuk mendorong transformasi digital dalam layanan publik,” tuturnya.
Ia menyebut, salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks) yang dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya ancaman misinformasi dan disinformasi.
Ditegaskan oleh Nezar bahwa perkembangan teknologi kecerdasan artifisial generatif membuat hoaks semakin sulit dibedakan dari informasi yang autentik. “Hoaks makin lama makin canggih, terlebih dengan adanya generative AI. Bisa dibuat hoaks yang sangat mirip dengan sesuatu yang otentik,” ungkapnya.
Maka dari itu, Wamen Komdigi menilai kehadiran platform verifikasi informasi seperti Jalahoaks menjadi instrumen penting untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap informasi palsu. Selain itu, ia juga mengapresiasi program Anugerah Bug Bounty yang dinilai berkontribusi memperkuat budaya keamanan siber nasional.
Program tersebut dinilai mampu melibatkan para white hacker untuk mengidentifikasi kerentanan sistem sekaligus mendorong pemanfaatan kemampuan digital secara positif dan produktif. “Kita bisa mendapat input soal kerentanan sistem yang kita bangun sekaligus mendidik generasi muda menggunakan kemampuannya untuk hal-hal yang positif,” katanya.
Sementara platform Rumah Pendidikan menjadi bukti upaya pemerintah membangun ekosistem digital di bidang pendidikan yang terintegrasi guna memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Diharapkan oleh Nezar, keberhasilan tiga inovasi Indonesia menembus ajang WSIS Prizes 2026 menjadi penyemangat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus menghadirkan inovasidigital yang berdampak luas bagi masyarakat. “Kita bisa buktikan transformasi digital, adopsi teknologi yang advanced, sudah dilakukan di berbagai sektor di Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya berharap para pemenang atau pihak yang mewakili bisa hadir langsung dalam acara penyerahan penghargaan WSIS Prizes 2026 di Jenewa, Swiss pada minggu pertama Juli 2026.
Sebagai informasi, pada ajang WSIS Prizes 2026, terdapat 1.596 inovasidigital dari 122 negara yang berpartisipasi. Sebanyak 2,2 juta orang telah memberikan suara untuk memilih inovasidigital yang terbaik dari seluruh peserta. Hasil voting ini diperiksa kembali oleh para pakar dari WSIS sehingga terpilih 90 champion dengan 3 champion berasal dari Indonesia. Nezar berharap ada champion dari Indonesia yang menjadi pemenang Winner WSIS Prizes 2026 yang hasilnya akan diumumkan dalam WSIS Forum bulan depan.