Kemenag Bina Guru Al-Zaytun Tanamkan Moderasi Murid Sejak Dini
Akhmad Baihaqi Arsyad
CIREBON, (ERAKINI) – Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama memberikan pembekalan terhadap guru dan tenaga kependidikan madrasah Pesantren Al-Zaytun.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur GTK Madrasah Muhammad Zain mengingatkan pentingnya peran guru dalam membentuk pemahaman untuk memiliki sikap moderat sejak dini.
“Guru madrasah memiliki peran penting untuk memberikan pemahaman yang toleran sejak dini kepada peserta didik,” kata Muhammad Zain.
Ia juga menekankan bahwa guru madrasah harus berhati-hati dalam berbicara kepada siswa, karena apa yang diucapkan oleh guru bisa jadi kenyataan.
Selain pembinaan dari Direktorat GTK, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan sharing session yang dipandu perwakilan Densus 88. Hal ini bertujuan untuk mendengar pendapat para guru untuk menciptakan madrasah yang kondusif bagi peserta didik.
Zain mengungkapkan bahwa madrasah yang kondusif penting bagi perkembangan peserta didik sehingga, para guru diharapkan salah satunya perlu memiliki kemampuan untuk memahami minat, bakat, dan kemampuan peserta didiknya.
“Semisal ada murid yang suka matematika, sains, bahasa, melukis dan lain-lain. Guru harus bisa memfasilitasi itu. Dengan demikian Kecerdasan-kecerdasan siswa bisa terekspos dan dimaksimalkan,” terangnya.
Selain itu, menurut Zain, guru harus mampu mewujudkan madrasah menjadi creative school. “Mari kita terapkan konsep ‘madrasati jannati’ atau madrasahku adalah surgaku. Kalau para siswa ini sudah merindukan madrasahnya, tempat belajarnya, maka otomatis mereka juga akan cinta atau bahkan kecanduan untuk belajar di madrasahnya,” tambahnya.
Adapun kegiatan pembinaan tersebut diikuti 40 guru MI, MTs, dan MA Al-Zaytun yang digelar di Cirebon, Jawa Bara pada Selasa (15/8/2023).

















