TANGERANG, (ERAKINI) — Sebanyak 39 penerbangan rute Timur Tengah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mengalami penyesuaian jadwal menyusul serangan udara besar-besaran Amerika Serikat (AS) bersama Israel ke Iran. Puluhan penerbangan yang terdiri dari kedatangan dan keberangkatan itu diatur ulang demi menjaga keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Soetta mencatat hingga pukul 10.00 waktu lokal (LT), terdapat 39 penerbangan terjadwal, terdiri atas 20 penerbangan kedatangan dan 19 penerbangan keberangkatan. Dari jumlah tersebut, 38 merupakan penerbangan reguler dan satu penerbangan carter.
Pejabat sementara (Pgs) Asst Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, mengatakan, penyesuaian dilakukan berdasarkan data izin rute yang diterbitkan otoritas terkait serta perkembangan terkini operasional penerbangan rute Timur Tengah.
“Menindaklanjuti perkembangan operasional penerbangan rute Timur Tengah, kami sampaikan pembaruan hingga pukul 10.00 LT,” ujar Aziz dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Adapun rincian penyesuaian meliputi rute Abu Dhabi (AUH) tiga penerbangan, Doha (DOH) delapan penerbangan, Dubai (DXB) empat penerbangan, Istanbul (IST) dua penerbangan, Jeddah (JED) 17 penerbangan, serta Madinah (MED) tiga penerbangan.
Hingga saat ini, satu penerbangan telah diberangkatkan, yakni Saudi Airlines SV827 tujuan Jeddah. Sementara tiga penerbangan telah mendarat, yakni Lion Air JT115 dari Jeddah, Saudia Airlines SV816 dari Jeddah, dan Garuda Indonesia GA969 dari Madinah.
Aziz menegaskan, secara umum operasional Bandara Soetta tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif. Penanganan penumpang terdampak dilakukan sesuai ketentuan melalui koordinasi dengan maskapai, AirNav Indonesia untuk pemantauan ruang udara, serta aparat keamanan guna memastikan situasi bandara tetap terkendali.
Pihakynya mengimbau calon penumpang untuk memantau informasi terbaru melalui kanal resmi maskapai dan memastikan kembali status penerbangan sebelum menuju bandara.