Gusdurian Tolak Indonesia Gabung Board of Peace Bentukan Donald Trump
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi meluncurkan inisiatif internasional bernama Board of Peace atau Dewan Perdamaian pada 22 Januari 2026 di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Inisiatif tersebut diklaim sebagai upaya penyelesaian pendudukan Israel atas Palestina sekaligus rencana pembangunan kembali Gaza.
Sejumlah negara dilaporkan bergabung dalam Board of Peace, termasuk Indonesia. Namun, langkah ini menuai penolakan dari Jaringan Gusdurian Indonesia.
Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid, menilai Board of Peace sejak awal sangat kental dipengaruhi kepentingan Amerika Serikat. Hal itu, menurut dia, terlihat dari rancangan awal yang dinilai sepihak tanpa proses konsultasi dengan bangsa yang menjadi sasaran utama, yakni Palestina.
“Bahkan tidak ada satu pun wakil Palestina yang duduk di dalam dewan tersebut,” kata Alissa dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/2/2026).
Putri Presiden ke-4 RI ini menilai inisiatif tersebut tidak memiliki mandat hukum internasional yang jelas dan berpotensi melemahkan mekanisme lembaga resmi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kondisi ini dinilai dapat menghasilkan keputusan yang tidak transparan serta hanya mengikuti kepentingan Amerika Serikat.
Alissa menyebut rencana tersebut berpotensi melahirkan perdamaian semu tanpa menghadirkan kemerdekaan dan harga diri rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri.
















