Wamenhaj Dahnil Sebut Haji Tak Sekadar Ritual, tetapi Simbol Kebangsaan
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa penyelenggaraan haji di era Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai simbol kebangsaan dan perubahan.
Dahnil menilai, para haji pendiri bangsa dahulu menjadikan momentum haji sebagai ruang pembaruan, perjuangan, dan penguatan identitas nasional.
Hal itu disampaikan Dahnil saat menghadiri Dialog Perhajian dan Pembinaan ASN di Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Bengkulu pada Rabu (10/12/2025).
Dahnil memaparkan adanya transformasi besar dalam penyelenggaraan haji melalui tiga arah sukses: sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, dan sukses peradaban serta keadaban.
"Saat ini Kemenhaj sedang membangun kultur meritokrasi dengan menempatkan kompetensi dan integritas sebagai fondasi utama seluruh sumber daya manusia di lingkungan kementerian," katanya dalam keterangan resminya, Kamis (11/12/2025).
Lebih lanjut, Dahnil mengungkapkan masih ditemukan praktik rente dan asimetri informasi dalam pengelolaan layanan haji, termasuk potensi manipulasi layanan hingga perdagangan kuota jemaah.
Presiden Prabowo Subianto, kata Dahnil, telah memerintahkan pembersihan praktik tersebut secara menyeluruh.
“Meskipun menimbulkan resistensi dan fitnah, transformasi ini harus menjadi ikhtiar bersama sampai ke daerah,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Dahnil menjelaskan kebijakan baru pemerataan masa tunggu haji yang kini menetapkan rata-rata masa tunggu nasional menjadi 26 tahun. Kebijakan ini merupakan koreksi atas ketimpangan masa tunggu antarprovinsi yang sebelumnya jauh bervariasi, termasuk di Bengkulu yang berada pada rentang 13 hingga 35 tahun.
















