Menhaj RI Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan (tengah) saat membuka Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026). (Foto: Kemenhaj)
Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan, pengiriman ditargetkan mulai dilakukan pada pekan pertama Ramadan agar seluruh kebutuhan sudah tersedia sebelum puncak musim haji.
“Minggu awal Ramadan sudah mulai kita kirim. Dengan harapan sebelum musim haji sudah sampai,” ujar Gus Irfan usai membuka Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026).
Dalam sambutannya di hadapan ribuan calon jemaah haji, Gus Irfan memastikan para jemaah tidak perlu khawatir terkait cita rasa makanan selama berada di Arab Saudi. Pasalnya, bahan makanan utama seperti bumbu dan beras akan dikirim langsung dari Indonesia.
“Jadi nanti berasnya kita kirim. Kalau tahun kemarin baru bumbu saja, sekarang beras. Berasnya juga beras dengan kualitas yang bagus,” kata dia.
Program pengiriman beras ini merupakan bagian dari inisiatif “Beras Haji Nusantara” yang sebelumnya diperkenalkan Kemenhaj sebagai langkah strategis untuk menjamin kualitas konsumsi jemaah haji 1447 H/2026 M.
Selain memastikan asupan pangan yang sesuai selera Nusantara, program ini juga bertujuan memberdayakan produk beras dalam negeri di Tanah Suci.
Gus Irfan menjelaskan, total kebutuhan beras mencapai 2.280 ton untuk melayani 205.420 jemaah dan petugas haji yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Jumlah tersebut dihitung berdasarkan frekuensi makan jemaah, yakni 78 kali di Makkah, 27 kali di Madinah, dan 6 kali di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jemaah haji kita memiliki kualitas terbaik dan cita rasa Nusantara. Oleh karena itu, kami mendorong penggunaan Beras Haji Nusantara dengan spesifikasi premium, long grain, dan tingkat pecahan (broken) maksimal 5 persen,” ujar Gus Irfan.
Selama ini, dapur penyedia layanan di Arab Saudi umumnya menggunakan beras dari negara lain dengan harga pasar sekitar 150 riyal Saudi (SAR) per 40 kilogram atau setara Rp16.824 per kilogram.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan harga Beras Haji Nusantara dapat mencapai Rp16.000 per kilogram saat tiba di dapur penyedia layanan.
“Melalui program ini, pemerintah menargetkan harga Beras Haji Nusantara dapat menyentuh angka Rp16.000 per kg saat tiba di dapur penyedia layanan,” ucapnya.
Gus Irfan mengungkapkan, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya efisiensi dan standardisasi menu jemaah. Setiap kali makan, jemaah akan mendapatkan porsi nasi 170 gram, lauk 80 gram, sayur 75 gram, serta air mineral dan pelengkap lainnya.