Tim penanganan darurat banjir Demak dari unsur TNI melaksanakan pembersihan lingkungan terdampak banjir di wilayah Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak pada Kamis (29/2/2024). (Foto: BNPB)
JAKARTA, (ERAKINI) - Penanganan darurat bencana banjir di Demak, Jawa Tengah (Jateng) telah menunjukkan progres yang signifikan memasuki hari ke 23. Situasi wilayah terdampak banjir telah berangsur-angsur kondusif menjelang berakhirnya masa tanggap darurat pada tanggal 4 Maret 2024 mendatang.
Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Kav Maryoto yang juga Komandan Posko Penanganan Darurat Bencana Banjir di Wilayah Kabupaten Demak mengapresiasi kerja tim gabungan yang gerak cepat dalam upaya penanganan darurat ini sehingga progres penanganannya bisa selesai lebih cepat sebelum berakhirnya masa tanggap darurat kedua.
"Masyarakat terdampak sudah kembali ke rumah, kita kejar agar lingkungan cepat bersih, pelayanan publik sudah mulai aktif, di sektor pendidikan, anak sekolah juga sudah mulai dikoordinir untuk aktivitas belajar mengajarnya karena sebentar lagi akan melaksanakan ujian tengah semester", terang Maryoto sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Erakini, Sabtu (2/3/2024).
Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak masih menangani dampak kerugian meteril akibat bencana seperti kerusakan rumah warga, fasilitas umum, serta infrastruktur.
Sementara itu, Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB Yus Rizal dalam rapat koordinasi penanganan banjirDemak pada Kamis (29/2/2024) mengatakan memasuki masa transisi darurat ke pemulihan saat ini, selain pembersihan lokasi dan perbaikan infrastruktur yang sifatnya darurat, upaya yang bisa dimaksimalkan pada masa transisi adalah perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon).
"Untuk mempersiapkan Rencana Rehabilitasi Rekonstruksi Pascabencana (R3P) tentunya kita membutuhkan Jitupasna atau Kajian Kebutuhan Pascabencana. Data yang masuk kemudian akan kita pilah, mana yang akan dimintakan dukungan ke kabupaten, provinsi,atau pusat", terang Yuz.
Yuz mendorong Pemerintah Kabupaten Demak untuk segera mendata kerusakan, kerugian dan kebutuhan sarana dan prasarana terdampak banjir guna percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Hal ini dimaksudkan agar warga terdampak banjirDemak bisa segera pulih dan kembali ke aktivitas normalnya.
Pengajuan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi dapat diaskes melalui http://www.eproposal.rr.bnpb.go.id/
Adapun E-Proposal Rehabilitasi dan Rekonstruksi merupakan aplikasi untuk memasukkan proposal atau usulan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang disampaikan oleh pemerintah daerah (cq BPBD) kepada pemerintah pusat (cq BNPB).
Aplikasi berbasis situs web (online) ini dikembangkan oleh Kedeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB guna memudahkan pemerintah daerah, dalam menyampaikan proposal (dokumen usulan) secara efektif, efisien, akuntabel dan transparan dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.