Search

Mudik Lebaran 2026 Dipantau ETLE Drone, Ini Titik-titik Pengawasannya

JAKARTA, (ERAKINI) – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengerahkan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Drone Presisi untuk memantau pergerakan kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Teknologi pengawasan udara ini akan digunakan untuk memantau kepadatan lalu lintas secara real-time di sejumlah ruas jalan tol dan titik rawan kemacetan dalam Operasi Ketupat 2026.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan, ETLE Drone Presisi akan diterjunkan melakukan pemantauan pergerakan kendaraan secara real-time di jalan tol selama arus mudik dan balik Idulfitri dalam rangka Operasi Ketupat 2026.

Penggunaan ETLE Drone telah melalui tahap uji coba dan siap dioperasikan pada titik-titik rawan kepadatan, termasuk jalan tol, rest area, dan gerbang tol.

“ETLE drone memang sudah kita lakukan uji coba. Khusus dalam Operasi Ketupat ini nanti akan kita gunakan untuk memantau daerah-daerah yang rawan kepadatan, rawan perlambatan, di simpul-simpul jalan tol, di rest area, di gerbang tol, mungkin di Malang Raya dan Bali,” ujar Irjen Agus dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/3/2026).

Selain memantau volume kendaraan di tol dan rest area, drone juga akan mengawasi pergeseran arus lalu lintas dari udara serta dapat memberikan informasi imbauan terkait kebijakan Korlantas Polri.

“Di samping kita akan melihat traffic counting, baik itu di tol maupun di rest area, drone juga akan memantau pergeseran flow kendaraan. Jadi nanti ada imbauan dari Korlantas, seperti ganjil genap, yang akan kita lakukan pengawasan melalui udara,” jelas Kakorlantas.

Lebih lanjut, Irjen Agus menegaskan bahwa ETLE Drone Presisi dapat melakukan penegakan hukum. Namun, dalam Operasi Ketupat difokuskan pada pemantauan sebagai bagian dari operasi kemanusiaan.

“ETLE drone presisi ini bisa melakukan pengawasan dan penegakan hukum, tetapi dalam Operasi Ketupat, karena ini operasi kemanusiaan, kita hanya memantau, mendeteksi, dan memberikan informasi real-time tentang flow kendaraan untuk menjadi dasar pengambilan keputusan, apakah itu contraflow, one way, atau alih arus, termasuk penjagaan dan lain sebagainya, terutama di jalan tol,” tegasnya.

Pengawasan melalui ETLE Drone difokuskan pada sejumlah titik strategis di jalan tol, di antaranya KM 29, KM 81, serta sepanjang KM 70 hingga KM 414 yang akan dilakukan secara mobile.

“Jalan tol ada beberapa titik yang nanti akan kita awasi, KM 29, KM 81, sepanjang KM 70 sampai KM 414 nanti akan mobile. Di samping dari Command Center juga akan kita pantau, tetapi ETLE drone ini bisa memberikan gambaran real-time tentang situasi pada saat itu,” kata Irjen Agus.

Meski didukung teknologi canggih, Irjen Agus menekankan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat.

“Korlantas Polri tidak bangga untuk melakukan penegakan hukum. Kami justru mengimbau kepada pengguna jalan dan para pemudik agar tertib berlalu lintas. Karena suksesnya Operasi Ketupat merupakan bagian dari disiplin dan ketertiban lalu lintas masyarakat,” tukasnya.

Agus menambahkan, bahwa pengamanan tidak hanya sebatas lalu lintas, tetapi juga mencakup aspek keamanan secara menyeluruh. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersinergi demi kelancaran mudik dan arus balik Lebaran.