Stafsus Menag Dorong ASN Warnai Ruang Digital dengan Narasi Moderat
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo mendorong aparatur sipil negara (ASN) mewarnai ruang digital dengan narasi-narasi moderasi beragama.
Wibowo mengatakan, tantangan di era sekarang dalam menarasikan moderasi beragama ada di media sosial. Keberadaan media sosial saat ini sudah memberikan dampak signifikan terhadap semua lini kehidupan. Bahkan, banyak orang yang mendadak jadi pakar di media sosial, termasuk pakar keagamaan tanpa dasar keilmuan. Hal ini tentu sangat berbahaya jika terus dibiarkan.
"Banyak orang yang tiba-tiba menjadi pakar, seolah-olah dia faham, seolah-olah dia pakar. Makanya sekarang banyak orang yang bilang eranya matinya kepakaran," ujar Wibowo dalam acara Pembinaan Mental bertemakan "Menjadi ASN Profesional dan Moderat di Tengah Keberagaman" yang digelar Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam (Pendis), Kementerian Agama (Kemenag), di Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (2/4/2024) malam.
Wibowo mengingatkan, narasi yang salah jika terus menerus dilakukan akan sangat berbahaya. Apalagi Indonesia sekarang memiliki usia-usia produktif dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Anak anak muda paling malas melakukan klarifikasi terhadap sebuah narasi dan konten. Kalau anak muda dijejali dengan narasi yang salah, narasi yang mereka anggap benar, itu bahaya," tandas Wibowo.
Wibowo mencontohkan, aplikasi jejaring sosial TikTok yang awal-awal kemunculannya lebih banyak berisi konten hiburan atau remeh-temeh, sekarang sudah dimasuki unsur-unsur politik dan agama. Termasuk pemahaman keagamaan yang salah.
















