Ilustrasi - BMKG mengimbau sejumlah wilayah mewaspadai adanya potensi angin kencang periode 14-17 Juli 2025, termasuk wilayah Jateng, Jatim, Jabar Yogyakarta. (Foto: Istockphoto).
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau sejumlah wilayah mewaspadai adanya potensi angin kencang pada periode 14-17 Juli 2025, termasuk wilayah Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), Jawa Barat (Jabar) hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Menurut BMKG, angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut: Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua Selatan. Selain daerah tersebut, BMKG juga mengimbau masyarakat Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Maluku, Papua Pegunungan untuk siaga adanya potensi hujan lebat.
BMKG mengungkapnkan bahwa cuaca di Indonesia umumnya didominasi berawan hingga hujan ringan. Namun demikian, BMKG menekankan masyarakat perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
“Prospek di atas merupakan kondisi secara umum. Untuk informasi cuaca lebih detail dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi mobile infoBMKG dan sosial media @infoBMKG,” kata BMKG.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu kedepan, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang sangat cepat dan signifikan, khususnya pada skala harian. Selain itu juga waspada terhadap kemungkinan hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.
“Menjauhi wilayah terbuka ketika terjadi hujan yang disertai petir, serta menjauhi pohon, bangunan dan infrastruktur yang sudah rapuh ketika terjadi hujan yang disertai angin kencang. Siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja. Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan. Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru,” pungkas BMKG.