Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo (kedua dari kiri, mengenakan topi) saat memberikan arahan kepada peserta Kompi A Diklat PPIH Arab Saudi di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur (Foto: Ahdori/Erakini)
JAKARTA, (ERAKINI) - Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) fokus pada kualitas layanan atau deliverservices saat bertugas nanti di Arab Saudi. Penegasan tersebut disampaikan saat meninjau kegiatan peserta hari ke-6 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (15/01/2026).
Dalam pertemuannya dengan ribuan peserta, Puji Raharjo menyampaikan bahwa tugas utama PPIH bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan memastikan seluruh layanan haji benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh jemaah.
“PPIH harus memastikan jemaah terlayani dengan baik sesuai tugas dan fungsi masing-masing, jemaah merasa puas, serta jemaah terlindungi selama menjalankan ibadah haji,” ucapnya.
Menurut dia, kualitas penyelenggaraan ibadah haji sangat ditentukan oleh kehadiran petugas yang responsif, empatik, dan profesional.
Puji meminta setiap layanan, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah, harus dirasakan langsung manfaatnya di lapangan.
“Saya melihat betul petugas disiapkan dengan serius untuk melayani tamu Allah. Mereka menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti diklat, mulai dari latihan baris-berbaris hingga pendalaman materi,” tuturnya.
Lebih lanjut, kiai yang sempat berkarier di Kanwil Kemenag Lampung ini menekankan pentingnya perubahan paradigma layanan, dari sekadar sendservices menjadi deliverservices.
“Kami memastikan bahwa pekerjaan bukan hanya selesai, tetapi apa yang diberikan benar-benar memiliki nilai dan manfaat bagi jemaah,” katanya.
Puji menyampaikan bahwa persiapan layanan di Arab Saudi terus berjalan on the track. Salah satu peningkatan layanan yang disiapkan adalah penambahan ruang akomodasi jemaah, dari sebelumnya 0,8 meter persegi menjadi sekitar 1 meter persegi per jemaah.
“Saya sangat mengapresiasi semangat para peserta diklat yang mampu membangun kebersamaan, kerja tim, dan soliditas,” bebernya.
Sebagai informasi, DiklatPPIHArab Saudi yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah berlangsung sejak 10 Januari hingga 30 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 1.600 petugas haji dari sembilan bidang layanan, mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah.
Selain pembekalan teknis layanan, peserta DiklatPPIH juga mendapatkan latihan fisik dari fasilitator TNI dan Polri, serta pendidikan bahasa Arab sebagai bagian dari persiapan bertugas melayani jemaah haji di Arab Saudi.