Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan kepada para tokoh di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025), termasuk kepada Mensesneg Prasetyo Hadi. Foto: BPMI Setpres
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pemberian penghargaan ini didasarkan pada capaian kinerja luar biasa, termasuk bagi sejumlah anggota Kabinet Merah Putih.
“Kalau bicara jabatan di kabinet, Bapak Presiden menilai ada beberapa menteri yang meskipun baru 10 bulan menjabat, tetapi sudah menunjukkan prestasi luar biasa,” kata Prasetyo, dikutip dari Antara.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan ditujukan untuk mewakili kabinet secara keseluruhan, melainkan sebagai bentuk pengakuan atas hasil kerja nyata pimpinan kementerian/lembaga dalam waktu relatif singkat.
“Misalnya dalam hal pangan, ada Menko Pangan dan Menteri Pertanian yang mendapat penghargaan. Jadi ini murni karena prestasi yang sudah dihasilkan, bukan representasi seluruh kabinet,” ujarnya.
Adapun sejumlah menteri yang menerima tanda kehormatan antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Luar Negeri Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, serta Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Menkomdigi Meutya Hafid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menkomdigi Angga Raka, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.
Prasetyo menambahkan, penganugerahan ini juga merupakan amanah yang berat bagi penerima maupun institusi yang mereka pimpin. Presiden Prabowo total menganugerahkan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan kepada 141 penerima. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding 64 penerima pada tahun sebelumnya.
Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menilai negara selama ini masih kurang dalam memberikan penghormatan kepada berbagai individu yang sebenarnya berhak. Presiden berpikir bahwa memberikan gelar dan tanda kehormatan kepada putra-putri terbaik bangsa dari lintas bidang dan profesi adalah sesuatu yang harus dijadikan semacam tradisi.
"Bapak Presiden betul-betul ingin memberikan penghargaan kepada siapa saja putra-putri terbaik bangsa yang berprestasi dan menjalankan tugas di bidangnya yang melebihi panggilan tugas," ucapnya.
Adapun Tanda Kehormatan yang diberikan berupa Tanda Bintang Republik Indonesia Utama, Bintang Mahaputera Adipurna, Bintang Mahaputera, Bintang Jasa, Bintang Kemanusiaan, Bintang Budaya Parama Dharma, dan Bintang Sakti.
“Saya ingin menyampaikan atas nama negara dan bangsa, sekali lagi terima kasih atas jasa-jasa pengabdian Saudara-saudara sekalian dan mereka-mereka yang orang tuanya tidak hadir, ahli waris juga, atas nama negara dan bangsa terima kasih. Kami, Republik Indonesia, atas pengabdian Saudara-saudara sekalian. Semoga jasa-jasa Saudara-saudara terus menjadi warisan bagi generasi penerus,” ucap Presiden Prabowo.
Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia Utama diberikan berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (RI) Nomor 73/TK/Tahun 2025 tertanggal 25 Agustus 2025 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia Utama kepada, yaitu:
1. Puan Maharani
2. Ahmad Muzani
3. Sultan Bachtiar Najamudin
4. Sufmi Dasco Ahmad
5. Zulkifli Hasan
6. Wiranto
7. Agum Gumelar
8. Subagyo Hadi Siswoyo
9. A M Hendropriyono
10. Almarhum Moerdiono
11. Almarhum Hoegeng Iman Santoso
12. Almarhumah Rachmawati Soekarnoputri
13. Almarhum Abdul Rachman Ramly
14. Almarhum Aloysius Benedictus Mboi
15. Almarhum Mohammad Noer.
Presiden Prabowo juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada 88 penerima berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/TK/Tahun 2025, dengan rincian sebagai berikut:
1. Abdul Muhaimin Iskandar
2. Bahlil Lahadalia
3. Saifullah Yusuf
4. Andi Amran Sulaiman
5. Rd Mohammad Marty Natalegawa
6. Retno Lestari Priansari Marsudi
7. Juwono Sudarsono
8. Noer Hassan Wirajuda
9. Almarhum Iskandar Muda Baharuddin Lopa
10. Almarhum Ida Cokorda Pemecutan XI
11. Almarhum Dading Kalbuadi
12. Almarhum Solihin Gautama Purwanegara
13. Almarhum Chalimi Imam Santosa
14. Purnomo Yusgiantoro
15. Tarub
16. Suhartoyo
17. Herman Bernhard Leopold Mantiri
18. Dino Pati Djalal
19. Almarhum Bismar Siregar
20. Almarhum Sayidiman Suryohadiprojo
21. Almarhum Mochamad Jasin
22. Almarhum Hartono Rekso Dharsono
23. Almarhum Kemal Idris
24. Burhanuddin Abdullah
25. Terawan Agus Putranto
26. Hashim Sujono Djojohadikusumo
27. Agus Harimurti Yudhoyono
28. Sugiono
29. Abdul Mu’ti
30. Fadli Zon;
31. Andi Syamsuddin Arsyad
32. Almarhum Suhardi
33. Siti Hardjanti Wismoyo
34. Prasetyo Hadi
35. Teddy Indra Wijaya
36. Meutya Viada Hafid
37. Muhammad Yusuf Ateh
38. Ivan Yustiavandana
39. Dadan Hindayana
40. Perry Warjiyo
41. Miftachul Akhyar
42. Haedar Nashir
43. Sigit Puji Santosa
44. Syamsudin
45. Johanes Gluba Gebze
46. Herlina Christine Natalia Hakim
47. Francisco Xavier Lopes da Cruz
48. Almarhum Fahmi Idris
49. Almarhum FX Sudjasmin
50. Almarhum Wiyogo Atmodarminto
51. Almarhum Mung Parhadimulyo
52. Almarhum Yusuf Hasyim
53. Almarhum Maimun Zubair
54. Almarhum Abdullah Abbas
55. Almarhum Rais Abin
56. Almarhum Jose Fernando Osorio Soares
57. Almarhum Abílio José Osório Soares
58. Almarhum Arnaldo dos Reis Araújo
59. Almarhum Soekitman
60. Zacky Anwar Makarim
61. Yusuf AR
62. Maher Al Gadri
63. Almarhum Muhammad Maksum
64. Juri Ardiantoro
65. Sudaryono
66. Angga Raka Prabowo
67. Anwar Iskandar
68. Almarhum Soepriyatno
69. Angky Retno Yudianti
70. Widjono Hardjanto
71. Almarhum Abidin
72. Abdul Ghofur
73. Soegeng Sarjadi
74. Simon Aloysius Mantiri
75. Abdussamad Sulaiman HB (H. Sulaiman)
76. Abdul Rasyid (Haji Rasyid)
77. Nanik Sudaryati Deyang
78. Willy Ananias Gara
79. Amzulian Rifai
80. Isma Yatun
81. Lydia Silvanna Djaman
82. Teddy Sutadi Kardin
83. Taufiq Ismail
84. Muhammad Ainun Najib
85. Almarhum Cornel Simanjuntak
86. Asep Saifuddin Chalim
87. Almarhum Benyamin Sueb
88. Almarhumah Titiek Puspa.
Selain itu, Kepala Negara juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Jasa berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 75/TK/Tahun 2025 kepada 9 penerima, antara lain:
Tanda Kehormatan Bintang Kemanusiaan juga diberikan oleh Presiden Prabowo kepada Diana Cristina Da Costa Ati, Abdul Muis, dan Aipda Muhammad Irvan. Penganugerahan tanda kehormatan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 76/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Kemanusiaan.
Sementara itu, Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma diberikan kepada 8 penerima berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 77/TK/Tahun 2025 tanggal 25 Agustus 2025 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma, dengan rincian sebagai berikut:
1. Ja’un S. Mihardja
2. Slamet Rahardjo Djarot T
3. Waldjinah
4. I Nyoman Nuarta
5. Almarhum Muhammad Idris Sardi
6. Almarhum Mochtar Lubis
7. Almarhum Prof Dr Sukmono Hadi
8. Almarhum Soedjarwoto Soemarsono (Gombloh).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Sakti berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 78/TK/Tahun 2025. Tanda kehormatan tersebut diberikan kepada 18 penerima, yaitu:
1. Francisco Deodato Osorio Soares
2. Vidal Domingos Doutel Sarmento
3. Agostinho Boavida Ximenes Sera Malic
4. Joao Angelo de Sousa Mota
5. Almarhum Isa Mangun
6. Almarhum Willie Firdaus
7. Almarhum Martinho Fernandes
8. Almarhum Joaquim Monteiro
9. Almarhum Alfonso Henrique Pinto
10. Almarhum Juliao Fraga
11. Almarhum Claudio Vieira
12. Almarhum Jose Fernandes
13. Almarhum Roberto Li
14. Almarhum Jose Da Conceicao
15. Almarhum Edmundo da Silva
16. Almarhum Joao da Silva Tavares
17. Almarhum Hein Mantundoy
18. Aries Marsudiyanto.