Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) RI Prof. Abu Rokhmad (3 dari kanan) usai meninjau langsung Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) 2024 di MAN 6 Jakarta Timur, Kamis (22/8/2024). (Foto: Akhmad Baihaqi Arsyad/Erakini)
JAKARTA, (ERAKINI) - Kehadiran guru madrasah itu penting dalam proses pembelajaran terutama untuk meningkatkan kompetensi siswa. Mereka mempunyai pengaruh yang kuat untuk memacu perkembangan kompetensi siswa-siswi di madrasah. Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam () Kementerian Agama () RI .
“Saya kira seberapa pun bagus sarprasnya, seberapa hebat kurikulumnya, seberapa cerdas anak-anaknya, ada faktor yang sangat penting dalam seluruh proses pembelajaran yang berhasil, siapa dia? Tidak lain tidak bukan adalah guru,” sebut Prof. Abu Rokhmad usai meninjau Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) 2024 di MAN 6 Jakarta Timur, Kamis (22/8/2024).
Menurutnya, meski pun sudah banyak sekali teori bahwa pendidikan harus berbasis pada anak-anak, tetapi guru akan menjadi unsur yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Guru yang cerdas, lajut dia, pasti akan berpengaruh kepada anak-anak yang sedang diajar.
“Karena itu, saya ingin guru-guru madrasah ini memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Tidak kalah dengan guru-guru sekolah pada umumnya. Tetap semangat dan laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” pesannya.
Prof. Abu Rokhmad menegaskan bahwa saat ini, semua madrasah perlahan bergerak menjadi destinasi utama bagi para wali murid menyekolahkan anaknya. Karenanya, guru madrasah boleh berbangga hati akan hal itu. Dan itu semua, kata dia, adalah peran guru-guru yang ada di madrasah.
“Sekarang guru-guru madrasah boleh berbangga hati karena semua madrasah kita sekarang mulai pelan-pelan akan menjadi destinasi utama orang tua murid untuk menyekolahkan anaknya, baik di tingkat dasar, pertama sampai menengah. Dan itu semua adalah peran guru-guru semua yang ada di madrasah kita,” ungkapnya.
Pihaknya mengapresiasi pada guru-guru yang sudah bekerja sangat baik yang mana mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik termasuk juga mengajar secara spiritual. “Para guru madrasah pasti setiap ba’da salat selalu mendoakan murid-muridnya agar menjadi murid yang soleh, solihah dan juga memiliki ilmu yang kuat. Itu perbedaan guru madrasah dengan guru pada umumnya,” ujarnya.
Sebagai informasi, saat ini Kementerian Agama tengah menggelar AKMI 2024 untuk terus memacu peningkatan mutu pembelajaran di madrasah seluruh Indonesia. Acara ini dilaksanakan serentak di 34 provinsi dan diikuti oleh 530.486 siswa dari 12.573 madrasah pada 19-31Agustus 2024.
Hasil AKMI, akan dijadikan referensi akademik dalam mendiagnosa dan mengintervensi proses pembelajaran, penyusunan atau perbaikan buku ajar, maupun intervensi kebijakan lainnya, termasuk kebijakan moderasi beragama.