Waspada Karhutla, BMKG Catat 1.601 Titik Panas di RI hingga Awal April 2026
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia perlu diantisipasi, terutama di tahun 2026 ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat sebanyak 1.601 titik panas (hotspot) telah terdeteksi hingga awal April, menandakan potensi krisis lingkungan yang lebih serius dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Peringatan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Karhutla yang digelar di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa kondisi iklim tahun ini cenderung lebih kering dari biasanya.
Menurutnya, musim kemarau diprediksi datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama. Ia juga menjelaskan bahwa fenomena El Nino berpotensi muncul pada paruh kedua tahun 2026 dengan peluang mencapai 50 hingga 80 persen.
“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino adalah dua fenomena berbeda. Kemarau merupakan siklus klimatologis, namun jika terjadi bersamaan dengan El Nino, curah hujan akan jauh berkurang dan kondisi menjadi lebih kering,” jelasnya.
Menurutnya, hingga awal April 2026 jumlah titik panas (hotspot) di Indonesia tercatat mencapai 1.601 titik, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Faisal menjelaskan, potensi karhutla diprediksi mulai meningkat di wilayah Riau pada bulan Juni, kemudian meluas ke Jambi dan Sumatera Selatan, serta berlanjut ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan pada periode Juli hingga Agustus.

















