Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026). Foto: YooTube Setpres
"Sejak tahun 1990 sampai sekarang, terbukti bahwa kader-kader lulusan Taruna Nusantara telah membuktikan diri menonjol di tingkat nasional. Bahkan, di kabinet yang saya pimpin, saya kira cukup banyak lulusan Taruna Nusantara di tier 1. Dan di tier yang selanjutnya juga mulai muncul banyak kader-kader tersebut," ujar Prabowo dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo memperkenalkan sejumlah alumniSMA Taruna Nusantara yang kini menduduki jabatan strategis di kabinet. Mereka antara lain Sugiono (TN 5) yang kini menjabat Menteri Luar Negeri sekaligus Kepala Lembaga Pendidikan Taman Taruna Nusantara (LPTTN), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (TN 6), serta Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (TN 5).
Kemudian, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono (TN 11), Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri (TN 6), Kepala BMKG Prof Teuku Faisal Fathani (TN 1), Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Widjaya (TN 15), serta Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen Edwin Adrian Sumantha (TN 2).
Prabowo menjelaskan, SMA Taruna Nusantara didirikan pada tahun 1990 dengan tujuan untuk mencari putra-putri bangsa Indonesia yang memiliki kapasitas akademis unggul untuk dibina dan diberi kesempatan terbaik, sehingga dapat meraih ilmu pengetahuan dengan cepat dan pada akhirnya menjadi kader bangsa yang berguna.
Menurut Prabowo, pembangunan suatu bangsa terletak pada kemampuan untuk meraih ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebab, hanya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi sebuah bangsa dapat mencapai tingkat peradaban yang tinggi.
"Dengan demikian, kita dapat memberi kesejahteraan kepada rakyat Indonesia, kita dapat memberi kualitas hidup kepada seluruh rakyat Indonesia untuk hidup dalam kondisi yang baik, hidup lepas dari kemiskinan dan kelaparan," kata Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo menilai wadah-wadah lembaga pendidikan seperti SMA Taruna Nusantara sangat dibutuhkan oleh setiap negara.
"Dari pengamatan kita terhadap negara-negara yang berkembang pesat, bahkan negara-negara yang sudah jauh pembangunannya dan peradabannya, terdapat mungkin di atas 100 sekolah semacam ini. Di Malaysia saja sudah berapa puluh tahun, sudah lebih dari 20 sekolah semacam ini. Di Inggris sudah ratusan tahun juga terdapat ratusan sekolah semacam ini," beber Prabowo.
Prabowo bertekad Indonesia dapat meraih kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia memastikan akan menambah sekolah-sekolah seperti SMA Taruna Nusantara. Saat ini sudah ada tiga kampus SMA Taruna Nusantara, yakni di Magelang yang didirikan tahun 1990, Kampus Malang, dan Kampus Cimahi.
"Kemudian kita sedang membangun di Kalimantan, yaitu di kawasan IKN. Di Sulawesi Utara ada di Minahasa, dan di Sumatera Selatan di Pagar Alam. Kita harapkan akhir Desember 2026 kampus-kampus tersebut sudah bisa beroperasi," sebut Prabowo.
Di samping itu, lanjut Prabowo, pemerintah sedang membangun 20 SMA Garuda. Targetnya adalah di setiap provinsi terdapat SMA Taruna Nusantara atau SMA Garuda. "Rencana saya juga di tiap kabupaten nanti kita akan membuat sekolah unggulan terintegrasi. Kita berharap 500 bisa kita selesaikan dalam empat tahun ke depan," ucap Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa sekolah seperti SMA Taruna Nusantara sangat penting karena terbukti mencetak kader-kader patriotik, cinta tanah air, dan bertanggung jawab yang disiapkan untuk menjadi pemimpin yang baik di semua bidang.
"Kita ingin menanamkan akhlak, kepribadian yang baik dan bersih, menjadi pemimpin yang jujur, pemimpin yang tidak akan korupsi, serta pemimpin yang akan berbuat terbaik untuk rakyat dan bangsanya," tegas Presiden.
Oleh karena itu, Prabowo meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan SMA Taruna Nusantara, baik kepala lembaga, kepala sekolah, hingga pamong atau guru, agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.
"Saudara-saudara yang memimpin sekolah-sekolah sebagian besar adalah alumni, jadi saudara-saudara mengerti maksud dan tujuan sekolah ini. Saudara-saudara mengerti filosofi di balik sekolah ini," pesannya.
Peresmian SMA Taruna Nusantara Malang ini turut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Prof Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Kemudian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Wamendikti Saintek Prof Stella Christie, Ketua Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan Mayjen (Purn) Musa Bangun, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Malang M. Sanusi, Kepala Sekolah SMA Taruna NusantaraKampus Malang Mayjen TNI Muchamad Mahbub Junaedi, para guru dan tenaga pendidik, serta para alumniSMA Taruna Nusantara.