Menhaj Gus Irfan Tunjukkan Terobosan Strategis Kemenhaj di Depan Ribuan Jemaah Haji
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan memaparkan sejumlah terobosan sebagai penguatan kebijakan dan inovasi penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 M dalam kegiatan Bimbingan Manasik Haji Nasional yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini diikuti ribuan jemaah haji 2026 dari seluruh Indonesia, baik secara langsung maupun daring melalui zoom meeting.
Menhaj Gus Irfan menegaskan bahwa pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan bentuk kehadiran negara yang lebih fokus dan terarah dalam memberikan layanan khusus bagi jemaah haji Indonesia. Penyelenggaraan haji diposisikan sebagai layanan publik yang harus menjamin keamanan, ketertiban, dan martabat jemaah sejak tahap persiapan hingga kembali ke tanah air.
“Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah adalah wujud kehadiran negara untuk melayani jemaah haji Indonesia secara lebih fokus, terarah, dan berkelanjutan,” ujar Gus Irfan.
Dalam kesempatan itu, salah satu inovasi yang dipamerkan Menhaj Gus Irfan adalah penguatan pelayanan yang berpusat pada jemaah. Seluruh kebijakan haji dirancang dengan mempertimbangkan kondisi riil jemaah Indonesia, termasuk usia, kesehatan, serta kebutuhan pendampingan selama beribadah.
Menhaj Gus Irfan juga menyampaikan penguatan program strategis penyelenggaraan haji, antara lain penurunan biaya haji, penyamarataan daftar tunggu yang lebih berkeadilan, serta optimalisasi peran haji dalam mendorong ekspor produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan jemaah di Arab Saudi. Selain itu, konsep Kampung Haji terus dikembangkan sebagai bagian dari layanan jemaah yang terintegrasi.

















