Mendagri Tito Karnavian saat memberikan arahan pada pelantikan 1.110 Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXII di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (28/7/2025). Foto: Tangkapan Layar YouTube Humas IPDN
SUMEDANG, (ERAKINI) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan sebanyak 27 lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXII, akan melanjutkan pendidikan jenjang S2 ke luar negeri melalui program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) .
Hal ini diumumkan Tito saat memberikan arahan pada pelantikan 1.110 Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXII di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (28/7/2025).
Tito mengungkapkan, sejak program kerja sama dengan LPDP dimulai pada 2021, sebanyak 50 alumni IPDN telah diberangkatkan untuk menempuh pendidikan pascasarjana di berbagai negara.
"Tahun 2025 ini 27 (penerima beasiswa LPDP) yang sebentar lagi akan berangkat ke luar negeri. Tapi target tahun 2026, kita akan memberangkatkan minimal 100 lulusan IPDN untuk sekolah ke luar negeri dengan biaya LPDP," ujar Tito.
Tito mengatakan bahwa kuliah ke luar negeri bukan bermaksud merendahkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia. Namun, ada tiga hal yang diharapkan dengan kuliah di luar negeri, yakni knowledge (ilmu pengetahuan), jaringan internasional, serta kultur atau peradaban yang lebih maju.
"Peradaban negara-negara yang disiplin, antikorupsi, tepat waktu, dan lain-lain. Sehingga diharapkan nanti kembali dari sekolah di luar negeri, dengan biasiswa LPDP, kita mengharapkan yang kembali nanti (ASN), akan menjadi motor penggerak agen perubahan yang bisa mempengaruhi teman-teman kerjanya," jelas Tito.
Tito menyadari bahwa kendala utama kuliah di luar negeri adalah penguasaaan bahasa Inggris. Maka itu, Tito mengaku telah meminta Rektor IPDN untuk memperkuat kurikulum bahasa Inggris, termasuk menambahkan pelatihan TOEFL dan IELTS bagi para praja sejak awal masa pendidikan. “Banyak yang gagal karena tes bahasa Inggris. Jadi, saya minta kurikulumnya ditambah. Kita siapkan dari awal,” imbuhnya.
Terkait seleksi masuk IPDN, Tito menyebut tahun ini tercatat lebih dari 31.000 pelamar, namun hanya sekitar 3 persen atau 1.016 orang yang akan diterima. Ia menjamin proses seleksi dilakukan secara ketat dan adil, tanpa memandang latar belakang sosial-ekonomi calon praja.
Mengakhiri sambutannya, Tito menitipkan para pamong praja muda yang akan segera ditempatkan di seluruh Indonesia kepada para kepala daerah. Ia berharap para lulusan baru IPDN ini bisa diberi ruang untuk mengabdi dan terus berkembang sebagai pelayan masyarakat.
“Empat tahun di IPDN bukan hal yang mudah. Kini saatnya mereka menunjukkan kemampuan dan integritas sebagai pamong praja sejati,” pungkas Tito.