Menko Pratikno: Program GKMNU Bantu Pemerintah Atasi Problem Sosial Ekonomi di Masyarakat
Akhmad Baihaqi Arsyad







Hal itu disampaikan di acara Pembukaan Kongres Keluarga Maslahat NU, yang digelar oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di di Hotel Bidakara Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 71-73 Pancoran Jakarta, Jumat (31/1/2025).
Pratikno mengatakan, pemerintah menyambut sangat gembira dengan adanya program GKMNU yang sudah berjalan 2 tahun dan praktik di lapangan juga sangat bagus. Apa yang menjadi prioritas program PBNU khususnya program GKMNU ini, kata dia, sangat sesuai dengan program pemerintah.
"Pemerintah tidak mungkin bisa menyelesaikan semua masalah-masalah sosial ekonomi di masyarakat bawah, mulai dari masalah stunting, masalah kemiskinan, perundungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kemudian mencegah radikalisme dan meneguhkan jati diri bangsa dan lain-lain tanpa dukungan dari organisasi-organisasi sosial, apalagi organisasi sosial besar seperti PBNU ini," ujar Pratikno.
Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah khususnya Kemenko PMK dan kementerian-kementerian di dalamnya, bahkan kementerian-kementerian lainnya sangat terbantu dengan adanya program GKMNU.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran PBNU dan juga pengurus GKMNU atas program yang dilakukan ini," katanya.
Adapun Menko PMK selain menjadi Keynote Speech juga membuka secara resemi Kongres Keluarga Maslahat NU tersebut.
Sebelumnya, dalam sambutannya, Ketua Umum (Ketum) PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan harapannya agar Gerakan Keluarga Maslahat NU ini menjadi serum atau vaksin dari tren teknologi digital.
"Ada sisi lain yang kita harapkan daringerakan ini. Kita berharap gerakan ini bisa menjadi serum atau vaksin dari tren atau pergaulan yang semakin secara intens dipenetrasi oleh teknologi digital," katanya.
Menurutnya, pergaulan melalui berbagai platform media sosial itu ada potensi dehumanisasi di dalamnya. "Kita berharap dengan gerakan ini, maka pergaulan di masyarakat bisa kita jaga kehangatannya, kemanusiawiannya," harap Gus Yahya.
Terakhir, Gus Yahya menyampaikan bahw gerakan ini adalah ikhtiyar NU agar kehadirannya bisa dirasakan masyarakat. Program ini, kata dia, diharapkan bisa hadir dengan manfaat-manfaat yang nyata, barokah yang nyata untuk kemaslahatan.

