Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Roadshow Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Lampung, Lampung, pada Selasa (16/6/2026) untuk mendorong penguatan perlindungan santri. (Foto: PBNU).
LAMPUNG, (ERAKINI) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) bersama Satuan Anti Kekerasan (SAKA) Pesantren akan menggelar Roadshow di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung, pada Selasa (16/6/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk memperkuat komitmen pesantren dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung perkembangan santri secara optimal. Melalui gerakan tersebut, pesantren diharapkan tidak hanya unggul dalam pembinaan ilmu pengetahuan dan akhlak, tetapi juga memiliki sistem perlindungan yang kokoh bagi seluruh penghuni pesantren.
Berbagai agenda edukatif dan penguatan kapasitas akan mewarnai kegiatan tersebut. Di antaranya Pelatihan Tarbiyah Jinsiyah bagi santri putri, pelatihan pencegahan kekerasan bagi musyrif-musyrifah serta dewan guru, Halaqah Syuriah NU bersama para pengasuh pondok pesantren, hingga doa bersama dan deklarasi Gerakan Pesantrenku Aman.
Pada sesi pelatihan pencegahan kekerasan, peserta akan dibekali pemahaman mendalam mengenai berbagai bentuk kekerasan dan kekerasan seksual, konsep Pesantren Ramah Anak, peran strategis para pendamping santri, psikologi perkembangan anak dan remaja, kesehatan reproduksi, hingga mekanisme pencegahan, penanganan, pendampingan, serta pemulihan korban kekerasan.
Menurut Ketua RMI PBNU, KH Hodri Ariev, Gerakan NasionalPesantrenku Aman merupakan langkah bersama untuk memperkuat tradisi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang menjaga nilai kasih sayang, keteladanan, dan penghormatan terhadap martabat santri. “Pesantren memiliki peran besar dalam melahirkan generasi berilmu dan berakhlak. Karena itu, penguatan sistem pengasuhan dan pencegahan kekerasan menjadi ikhtiar bersama agar pesantren terus menjadi tempat terbaik bagi tumbuhnya generasi masa depan,” ujarnya.
Selain itu, Ketua Satuan Anti Kekerasan (SAKA) PBNU, Nyai Hj Alissa Wahid, dijadwalkan hadir untuk memberikan penguatan mengenai pentingnya membangun budaya aman di lingkungan pesantren melalui keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pengasuh, pendidik, pengurus, hingga santri.
Adapun puncak kegiatan akan ditandai dengan Deklarasi dan Penandatanganan “Deklarasi Pasuruan 5 Aksi Pesantren Aman” sebagai komitmen bersama dalam memperkuat gerakan pencegahan kekerasan di pesantren.
Rencananya, acara ini akan diikuti sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari santri, pengurus pesantren, musyrif-musyrifah, dewan guru, dan pengasuh pondok pesantren. Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf juga dijadwalkan hadir untuk memberikan arahan dalam memperluas gerakan perlindungan santri di Indonesia.
PBNU berharap, melalui Roadshow Gerakan NasionalPesantrenku Aman, semakin banyak pesantren menjadi pelopor pendidikan berbasis nilai keislaman yang aman, ramah anak, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan.