Studi THF: Pembelajaran Digital Efektif Tingkatkan Literasi dan Numerik Anak Usia Dini
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi pembelajaran digital Sekolah Enuma (SE) dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerik anak usia dini secara signifikan di Indonesia.
Penelitian menggunakan metode eksperimental kuasi ini berlangsung selama enam bulan dan dilakukan di 14 sekolah yang tersebar di Deli Serdang (Sumatera Utara), Jawa Barat, dan Jakarta Timur, dengan melibatkan lebih dari 600 siswa berusia 4-7 tahun.
Hasil temuan kualitatif dari 29 guru menunjukkan respons sangat positif terhadap aplikasi ini. Guru menilai tampilan visual, animasi, dan audio dalam SE membuat proses belajar lebih menyenangkan dan interaktif. Sehingga, anak-anak lebih semangat dan antusias belajar.
Guru juga menilai materi mudah dipahami, membantu siswa mengenal huruf, angka, serta operasi hitung sederhana dengan lebih cepat. Selain itu, SE dianggap mendorong anak belajar secara mandiri dan efektif dikombinasikan dengan metode belajar konvensional.
Namun, para guru berharap ke depan ada penambahan materi, penyempurnaan tempo pembelajaran, pelatihan berkelanjutan, serta dukungan teknologi lebih baik untuk integrasi SE di sekolah.
Penelitian ini merupakan riset kolaboratif antara The HEAD Foundation (THF), sebuah organisasi filantropi berbasis di Singapura; dengan Enuma Indonesia. Studi ini melibatkan peneliti dari Malaysia dan Indonesia.
Peneliti utama dari Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (TAR UMT), Malaysia, Phuah Kit Teng, mengungkapkan, riset eksperimental kuasi ini melibatkan lima anggota, termasuk dua akademisi dari Universitas Muhammadiyah A R Fachruddin (Indonesia).
Hasil studi menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok siswa yang menggunakan aplikasi SE. Anak-anak pengguna SE mengalami peningkatan hingga 8 poin untuk literasi Bahasa Indonesia, dan 4 poin untuk kemampuan numerik (Matematika). Sementara itu, peningkatan pada kemampuan Bahasa Inggris masih tergolong moderat, sekitar 1 poin.
Menurut Phuah, hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran digital mampu mempercepat kemampuan dasar anak, terutama dalam bahasa dan berhitung, dua fondasi penting bagi keberhasilan akademik di masa depan.
“Pembelajaran digital kini berkembang sebagai solusi potensial untuk menjangkau anak-anak di daerah terpencil atau yang memiliki fasilitas kurang memadai. Studi kami yang berlangsung selama enam bulan menunjukkan bagaimana murid yang menggunakan aplikasi Sekolah Enuma, mengembangkan kemampuan yang lebih baik di bidang numerik dan literasi," ujar Phuah saat peluncuran hasil riset, di Jakarta, Rabu (12/11/2025.
Direktur THF CD Liang menyebutkan, pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat untuk memprioritaskan pendidikan anak usia dini, terutama dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kata dia, jika pembelajaran digital diterapkan secara efektif, maka kualitas dan inklusivitas pendidikan dasar, menengah, hingga tinggi di Indonesia juga akan meningkat. "Keterampilan numerasi dan literasi dasar yang diperoleh sejak dini menentukan bagaimana seseorang belajar di kemudian hari,” kata CD Liang.
Riset ini menjadi kelanjutan dari dukungan THF terhadap program SE sejak 2022. Program tersebut dirancang untuk melengkapi metode belajar konvensional di PAUD dan sekolah dasar, dengan pendekatan belajar interaktif berbasis digital.
Hadir dalam peluncuran studi ini Widyaprada Ahli Utama Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Khamim. Ia menyampaikan apresiasi atas hasil penelitian ini.
"Kami berharap hasil riset ini dapat didiseminasikan ke PAUD dan sekolah dasar hingga kelas dua SD, untuk meningkatkan kapasitas siswa," ucapnya.
Saat ini, kata dia, Kemendikdasmen terus mendorong tumbuhnya agen perubahan di tingkat PAUD hingga SMA. Pihaknya membekali anak-anak yang terpilih dengan pengetahuan yang baik, sehingga mereka bisa menyebarkannya ke sekolah lain dan mendukung percepatan peningkatan kapasitasnya.
"Mudah-mudahan ikhtiar ini dapat berkontribusi terhadap pembangunan pendidikan Indonesia, untuk generasi emas 2045,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Enuma Indonesia Juli Adrian menyampaikan kebanggaan atas hasil penelitian ini. Program pembelajaran digital yang dikembangkan oleh Enuma Indonesia, terbukti berdampak signifikan ke anak-anak Indonesia.
"Selama bertahun-tahun, kami berusaha mengembangkan konten pembelajaran yang menarik, dengan instruksi pembelajaran yang mudah dipahami, sehingga murid-murid dapat belajar bahasa Indonesia, Inggris, dan Matematika secara mandiri," ucapnya.
Ia menambahkan, variasi hasil antarsekolah menunjukkan bahwa durasi penggunaan aplikasi juga memengaruhi capaian siswa. Semakin sering anak menggunakan aplikasi maka semakin besar peningkatannya.
Hasil studi ini akan dikombinasikan dengan masukan kualitatif dari 29 pengajar dan akan dipublikasikan dalam jurnal internasional. THF berharap, temuan ini bisa menjadi acuan global dalam penerapan pembelajaran digital yang inklusif dan efektif bagi anak usia dini.
Mengutip data dari Portal Data Pendidikan Kemendikdasmen (2025), sekitar 8,2 juta anak di Indonesia kini berada di jenjang pendidikan PAUD (termasuk KB, TK, TPA, dan SPS) dan 28,3 juta pelajar di tingkat sekolah dasar. Lalu, terdapat 240.494 PAUD dan 176.679 sekolah dasar tersebar di seluruh Indonesia.


















