Peluncuran hasil studi uji coba mengenai dampak aplikasi Sekolah Enuma terhadap capaian literasi dan numerasi siswa. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) – Adopsi pembelajaran digital tak lagi sekadar merespons pandemi, melainkan telah menjadi arus utama dalam upaya pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan. Arah kebijakan pemerintah juga kini mulai dirancang untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi.
Untuk itu, Enuma sebagai penyedia teknologi dan juga mitra pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD ) dalam penguatan literasi dan numerasi, kembali meluncurkan hasil studi uji coba mengenai dampak aplikasi Sekolah terhadap capaian literasi dan numerasi siswa.
Studi ini dilaksanakan sebagai bagian dari Program Inclusive Business Solution (IBS) KOICA “Pembangunan Rantai Bisnis untuk Ekspansi Pendidikan Digital di Indonesia” dengan tujuan memperluas akses dan kualitas pembelajaran digital di berbagai daerah di Indonesia.
Acara peluncuran ini juga menghadirkan ruang diskusi Bersama Bincang Literasi dan Numerasi (BERBINAR) dengan perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan pemerintah daerah bertajuk “Masa Depan Pendidikan: Sinergi Literasi, Numerasi, dan Digitalisasi.
Penelitian menemukan, intervensi selama satu bulan, aplikasi pembelajaran digital (APD) Enuma meningkatkan pemahaman siswa pada Bahasa Indonesia sebesar 0,43 poin dan Matematika sebesar 2,23 poin menggunakan metode Difference-in-differences (DiD).
Studi uji coba melewati berbagai rangkaian dengan pendekatan metode campuran yang terdiri atas kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif menggunakan metode evaluasi dampak untuk melihat situasi sebelum dan setelah uji coba APD.
Sampel sendiri terdiri atas 400 siswa dan 20 partisipan wawancara di lima kabupaten/kota yang mewakili tiga wilayah utama di Indonesia bagian Barat, Tengah dan Timur, yaitu Kabupaten Subang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Kota Sorong, dan Kota Mataram.
Widyaprada Ahli Utama, Pembina Tim Pembelajaran dan Penilaian Direktorat SD Abdul Halim yang turut hadir dalam peluncuran hasil studi uji coba Enuma menyampaikan, ketika menginginkan anak bangsa bersaing di dunia internasional, Presiden Prabowo Subianto melalui perpanjangan tangan, salah satu program yang diprioritaskan adalah digitalisasi.
"Oleh karena itu, Enuma hadir sebagai bukti konkret. Suatu bukti yang tidak terbantahkan (terhadap) apa yang dilakukan oleh kementerian, (yakni) membutuhkan sinergitas. Kehadiran Enuma ini, sebagai suatu jawaban pada tuntutan digitalisasi, kita patut merasa bersyukur dan berterima kasih,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Enuma Indonesia Juli Adrian menegaskan bahwa hasil studi uji coba ini menghadirkan sudut pandang baru dengan menampilkan data yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam mengoptimalkan program peningkatan literasi dan numerasi secara jangka pendek dan menengah dengan strategi replikasi yang efektif dan efisien.
“Kami berupaya untuk terus memantau dan melakukan studi secara kontinu terhadap dampak penggunaan aplikasi Sekolah Enuma. Hasil tersebut kami gunakan sebagai dasar rekomendasi berbasis data untuk meningkatkan efektivitas aplikasi kami. Kami yakin bahwa pendidikan literasi dan numerasi merupakan pondasi penting yang membantu siswa mengembangkan kemampuan belajar di jenjang berikutnya,” katanya.
Peningkatan Kompetensi Siswa Berdasarkan Mata Pelajaran
Pada pemaparan hasil studi uji coba, Direktur Article 33 Indonesia Santoso yang didampingi oleh perwakilan Enuma Indonesia Melinda Hapsari menjelaskan bahwa setiap kabupaten/kota yang terlibat dipilih satu sekolah dengan dua rombongan belajar (rombel) yakni kelompok intervensi yang diuji dan kelompok kontrol sebagai perbandingan dengan masing-masing 20 siswa.
Hasil studi uji coba menunjukkan bahwa penggunaan APD Sekolah Enuma meningkatkan kompetensi siswa dalam Bahasa Indonesia dan Matematika. Lebih detail, peningkatan terjadi pada 13 dari 16 kompetensi dalam Bahasa Indonesia dan seluruh kompetensi dalam Matematika.
Selain temuan kuantitatif, manfaat penggunaan APD Sekolah Enuma juga ditemukan pada temuan kualitatif yang menyatakan, APD Sekolah Enuma mudah digunakan, mendukung pembelajaran konvensional, menarik dan kompetitif, serta meningkatkan motivasi belajar dan kompetensi siswa
Pemaparan hasil studi tersebut membuka ruang diskusi antarpemangku kepentingan dari perwakilan Dinas Pendidikan di masing-masing wilayah. Salah satunya adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan Salim Muhaimin, yang mengapresiasi dukungan Enuma Indonesia sekaligus menekankan digitalisasi telah menjadi kebutuhan primer saat ini.
“Di Pesisir Selatan, kami telah mengimplementasikan digitalisasi, tetapi belum terpadu. Setiap guru dapat menggunakan aplikasi yang berbeda. Sekarang, dengan adanya Enuma, potret dan perkembangannya jadi bisa kebaca. Saat ini, digitalisasi sudah menjadi kebutuhan primer,” ujarnya.
Diskusi ditutup dengan rangkuman pernyataan dari para perwakilan Dinas Pendidikan lainnya, yakni Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong Yuliana Kirihio; Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Furwani; serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur Mulyono.
Keempat perwakilan Dinas Pendidikan secara kolektif menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, penyedia aplikasi, dan tenaga pendidik dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi guna meningkatkan kualitas pembelajaran di masing-masing daerah.
Selain itu, mereka juga berharap adanya dasar rekomendasi dari kementerian terkait penggunaan APD Enuma, sehingga Enuma dapat diimplementasikan secara resmi di sekolah-sekolah ke depannya.