BP Haji Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji yang Berkelanjutan
Abdul Rahman Ahdori
BOGOR, (ERAKINI) - Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi yang berdampak luas dan berkelanjutan melalui penyelenggaraan ibadah haji. Komitmen ini ditegaskan dalam pembukaan kegiatan Penyusunan Kebijakan Kerja Sama Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji di Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (3/5/2025).
Dalam kesempatan itu, Kepala BP Haji, Muhammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menekankan pentingnya memperluas makna penyelenggaraan haji, dari sekadar pelayanan ritual tahunan menjadi sistem yang membawa dampak spiritual, sosial, dan ekonomi yang berkesinambungan.
“Ibadah haji harus menjadi pintu masuk dalam membangun masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan unggul dalam peradaban. Ini bukan hanya soal logistik tahunan, tapi bagaimana haji dapat membentuk sistem ekonomi umat yang kuat,” ujar Gus Irfan.
Ia menyebutkan bahwa dana penyelenggaraan haji yang melebihi Rp 20 triliun per tahun seharusnya menjadi sumber daya strategis dalam penguatan ekonomi nasional, khususnya sektor industri halal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Gus Irfan juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk kalangan akademisi dan pelaku industri, dalam merancang kebijakan yang inklusif dan berbasis bukti.
Selama tiga hari pelaksanaan hingga Senin 5 Mei besok, forum ini menghadirkan sejumlah pakar terkemuka, antara lain Rektor IPB University Prof Arif Satria yang menyampaikan paparan kunci mengenai peran inovasi perguruan tinggi dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji.















