JAKARTA, (ERAKINI) - Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT) akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada 10-11 Juli 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta. Salah satu agenda utama dalam forum tersebut adalah mematangkan program Kader PenggerakMadrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) yang telah dirancang sejak tahun lalu.
Rapimnas akan diikuti para Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dari seluruh Indonesia. Hingga awal pekan ini, sebanyak 30 Ketua DPW tingkat provinsi dikonfirmasi akan menghadiri kegiatan tersebut.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP FKDT Akhmad Sururi mengatakan, Rapimnas tahun ini akan menjadi momentum untuk mempertajam konsep sekaligus teknis pelaksanaan program kaderisasi yang sebelumnya belum berjalan optimal.
"Sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan yang berbasis pendidikan, konsep pengkaderan tentu tidak bisa dilepaskan dari konsep pendidikan. Penguatan manajemen kepemimpinan pendidikan akan menjadi salah satu irisan utama dalam proses kaderisasi di lingkungan MDT," ujar Sururi dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).
Menurut dia, materi kaderisasi nantinya tidak hanya berfokus pada aspek kepemimpinan pendidikan, tetapi juga mencakup manajemen organisasi, kepemimpinan, komunikasi organisasi, hingga administrasi kelembagaan.
Sururi menegaskan, FKDT merupakan wadah bersama bagi Madrasah Diniyah Takmiliyah di seluruh Indonesia. Karena itu, organisasi tersebut mengedepankan semangat kebersamaan tanpa membedakan latar belakang organisasi kemasyarakatan keagamaan.
"FKDT menjadi rumah besar Madrasah Diniyah Takmiliyah se-Indonesia. Kepentingan utama kami adalah masa depan pendidikan Islam, khususnya Madrasah Diniyah Takmiliyah, sehingga FKDT mengakomodasi seluruh organisasi keagamaan yang berkembang di Indonesia," katanya.
Senada dengan Sururi, Ketua Bidang Standardisasi Mutu dan Penguatan Kelembagaan DPP FKDT, Suryana, mengatakan bahwa program kaderisasi harus dibangun dengan semangat profesionalisme karena FKDT bergerak di bidang pendidikan.
Ia menilai, peningkatan kualitas kepemimpinan yang profesional menjadi salah satu sasaran utama agar pengelolaan Madrasah Diniyah Takmiliyah semakin baik.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP FKDT Asep Ely Gunawan mengungkapkan, selain memiliki kapasitas kepemimpinan, para pengurus FKDT di daerah juga perlu memperkuat kemampuan komunikasi dengan berbagai pihak.
Menurut dia, kemampuan membangun komunikasi, termasuk komunikasi dengan pemangku kebijakan, menjadi faktor penting dalam memperkuat eksistensi FKDT sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada Madrasah Diniyah Takmiliyah.
Asep menjelaskan, hasil pembahasan awal panitia telah mengerucut pada dua fokus utama dalam program Kader PenggerakFKDT.
Pertama, membangun budaya profesionalisme di lingkungan pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah. Kedua, memperkuat kualitas sumber daya manusia serta tata kelola organisasi FKDT secara menyeluruh.
"Dua poros utama tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan sebagai fondasi untuk membangun masa depan pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah yang lebih maju, profesional, dan bermartabat di Indonesia," ujar Asep.