Suasana pembekalan calon wisudawan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan tema “Membangun Karier dan Pengabdian dalam Ekosistem Penyelenggaraan Haji dan Umrah” di Yogyakarta, Rabu (12/8/2026). (Foto: Kemenhaj)
YOGYAKARTA, (ERAKINI) - Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegaskan bahwa lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) memiliki peran strategis dalam mendukung ekosistem penyelenggaraan nasional yang terus berkembang.
Hal itu disampaikan Puji saat memberikan pembekalan kepada calon wisudawan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan tema “Membangun Karier dan Pengabdian dalam Ekosistem Penyelenggaraan Haji dan Umrah” di Yogyakarta, Rabu (12/8/2026).
Menurut Puji, Kementerian Haji dan Umrah dibentuk untuk menghadirkan tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah yang profesional, aman, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan jemaah.
Dia menjelaskan, tugas kementerian tidak hanya sebatas memberangkatkan jemaah ke Tanah Suci, tetapi juga membangun ekosistem pelayanan secara menyeluruh, mulai dari edukasi, pembinaan, perlindungan, penyelenggaraan, pengawasan, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Penyelenggaraan haji dan umrah tidak hanya berkaitan dengan perjalanan ibadah, tetapi juga menyangkut sistem pelayanan yang luas dan melibatkan banyak pihak,” kata Puji dalam paparannya.
Dia menjelaskan, ekosistem haji dan umrah melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, perguruan tinggi, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), organisasi masyarakat, rumah sakit, lembaga keuangan syariah, industri digital, media, maskapai penerbangan, perhotelan, katering, hingga sektor logistik.
Puji mengatakan, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi multidisiplin untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang semakin kompleks.
Menurut dia, peluang karier bagi lulusan FDK tidak hanya terbuka di lingkungan birokrasi pemerintahan, tetapi juga di sektor pelayanan, pemberdayaan masyarakat, teknologi, komunikasi, kesehatan sosial, pendidikan, penelitian, hingga kewirausahaan.
Puji lantas memproyeksikan penyelenggaraan haji pada masa mendatang akan semakin mengandalkan teknologi digital dan pengelolaan data. Selain itu, layanan juga dituntut lebih ramah bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas serta berfokus pada kebutuhan jemaah.
Dalam kesempatan tersebut, Puji juga menekankan sejumlah kompetensi yang perlu dimiliki lulusan perguruan tinggi agar mampu berkontribusi secara optimal. Kompetensi tersebut antara lain integritas dan akhlak, kemampuan bekerja dalam tim lintas profesi, penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris, kemampuan analisis data, serta kemampuan memecahkan masalah.
Selain itu, ia menilai sikap adaptif, kesiapan bekerja di lapangan, dan semangat belajar sepanjang hayat menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan yang terus terjadi di sektor haji dan umrah.
Pada akhir pemaparannya, Puji berpesan kepada para calon wisudawan agar mulai menyusun peta karier untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan. Ia juga mendorong mereka meningkatkan kompetensi melalui sertifikasi profesi, memperkuat kemampuan digital dan analisis data, membangun jejaring profesional, serta aktif dalam organisasi profesi dan komunitas keilmuan.
Selain itu, para lulusan juga diminta memperbanyak pengalaman lapangan melalui program magang, kegiatan kerelawanan, maupun proyek sosial, serta membangun portofolio karya yang kuat tanpa hanya mengandalkan indeks prestasi kumulatif (IPK).
“Ekosistem haji dan umrah sedang bertumbuh dan terus bertransformasi. Yang dibutuhkan bukan sekadar lulusan yang memiliki ijazah, tetapi insan profesional yang memiliki kompetensi, karakter, kepedulian, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian menghadirkan inovasi,” ujar Puji.