Prabowo-Gibran mengusung program unggulan pemberian makan siang dan susu gratis kepada pelajar di seluruh Indonesia jika terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Foto: TKN/Dok
JAKARTA, (ERAKINI) - Pemberian makan siang gratis yang diusung pasangan Capres dan Cawapres Prabowo - Gibran bukan hal baru. Banyak negara telah menjalankan program ini melalui pemberian makanan gratis kepada siswa-siswa di sekolah.
Prabowo- mengusung program unggulan pemberian makan siang dan susu gratis kepada pelajar di seluruh Indonesia jika terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Saat ini Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) - sedang menggodok Kementerian/Lembaga khusus yang akan mengurusi program tersebut.
Wakil Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko, mengatakan, program makan siang dan susu gratis akan langsung dijalankan secara bertahap, jika Prabowo-Gibran sudah resmi menjadi kepala negara.
Dalam pelaksanaannya, program ini akan melibatkan sejumlah kementerian, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Desa, Kementerian UMKM Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pendidikan. Atas dasar inilah TKN menyebut terbuka peluang dibentuknya Kemenko baru.
"Prabowo‐Gibran merencanakan program ini akan dibangun dengan format kolaborasi para pemangku kepentingan di sektor industri pangan nasional," kata Budiman.
Bahkan, Budiman menyebut tidak menutup kemungkinan akan dibentuk Kemenko khusus untuk menangani program tersebut. Meski begitu, Budiman mengatakan rencana ini masih dalam bentuk pembahasan dan belum bisa dipastikan.
Di banyak negara, program serupa ternyata sudah banyak dijalankan sejak lama. Artinya, program makan siang gratis ini ternyata bukan hal baru. Di negeri Jiran Malaysia misalnya, sudah menjalankan program pembagian makan gratis kepada pelajar, terutama dari keluarga miskin. Program ini dijalanlan Departemen Pendidikan setempat.
Negara Asia Tenggara lainnya Filipina, Kamboja, dan Thailand, juga sudah memiliki program makan siang gratis di sekolah.
Euronews dalam laporannya, Kamis (22/2/2024), juga menyebutkan mayoritas negara di Benua Biru telah menerapkan program makan siang gratis kepada pelajar.
Di luar benua Eropa, berdasarkan laporan World Population Review, juga sudah banyak negara yang menerapkan program makan siang gratis kepada pelajar.
Berikut beberapa negara di dunia yang telah menyediakan makanan gratis kepada siswa sekolah:
Inggris
Makanan bergizi di sekolah sudah menjadi agenda penting di negara Kerajaan Inggris. Bahkan di London, Pemerintah Kota setempat menyediakan makanan sekolah gratis bagi semua siswa SD sejak tahun ajaran 2023/2024.
Finlandia
Kebijakan memberi makan di negara ini dimulai pada tahun 1943. Setelah 80 tahun kemudian, lebih dari 900.000 siswa sudah menikmati makanan sekolah gratis setiap hari di Finlandia, baik di sekolah dasar maupun menengah.
Swedia
Swedia bergabung dengan negara tetangganya di Skandinavia dalam menyajikan 260 juta makanan hangat per tahun untuk siswa berusia 7 - 16 tahun, dan sebagian besar berusia 16 - 19 tahun.
Jerman
Jerman juga memberikan makan siang gratis kepada anak dari keluarga tak mampu sebagai besar disubsidi pemerintah secara langsung.
Hongaria
Hongaria memberikan makan siang gratis di untuk semua anak sekolah dasar dan 50% anak sekolah menengah untuk mereka yang menerima tunjangan perlindungan anak reguler atau di panti asuhan.
Estonia
Negara yang berada kawasan Baltik Eropa Utara itu juga telah menyediakan makanan sekolah gratis untuk semua siswa SD dan SMP sejak tahun 2002. Pemerintah Estonia memastikan setiap anak di sekolah negeri menerima satu makanan hangat sehari. Estonia juga menjalankan program buah, sayur, dan susu gratis di sekolah.
Amerika Serikat
Amerika Serikat pada saat pandemi Covid-19 menyediakan makanan gratis bagi sekolah-sekolah di seluruh wilayah. Setelah pandemi, beberapa negara bagian masih tetap menyediakan makanan gratis bagi pelajar, seperti New York City, Vermont, Nevada, California, Maine, dan Colorado.
India
India sejak tahun 1995 telah menjalankan program makan siang untuk 125 juta anak berusia 6-14 tahun. Dengan biaya mencapai USD2,8 miliar, pemerintah India memastikan bahwa setiap anak dapat mengakses makanan bergizi secara gratis.
Brasil
Brasil sejak tahun 1940-an telah lama menerapan program pemberian makanan gratis bagi anak-anak sekolah, terutama dari keluarga berpenghasilan rendah. Pada tahun 2009, Brazil memperluas program tersebut untuk memenuhi kebutuhan semua anak atau mencapai 40 juta anak di negara itu.
Afrika
Negara-negara di Afrika juga ketinggalan menjalanlan program serupa. Seperti Benin, Kenya, dan Rwanda, Bahkan Rwanda telah meningkatkan cakupan penyediaan makanan sekolah dari 660.000 menjadi 3,8 juta di sekolah dasar dan menengah.