Search

Hari ke-18 Diklat PPIH, Petugas Haji Dibekali Simulasi Pelayanan Jemaah di Armuzna

JAKARTA, (ERAKINI) - Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah RI memasuki hari ke-18 pada Rabu (28/1/2026).

Pada hari tersebut, peserta Diklat dibekali simulasi penanganan jemaah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) saat puncak ibadah haji, dengan fokus pada pelayanan jemaah lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta perempuan.

Berdasarkan pantauan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, para peserta Diklat mempraktikkan peran sebagai petugas PPIH yang bertugas di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Sejumlah peserta lainnya berperan sebagai jemaah yang digambarkan baru tiba dari tempat pemondokan. 

Ketika di Arafah, para petugas meminta para jemaah untuk tertib dan fokus menjalanlan ritual ibadah haji. Para petugas memastikan semua kebutuhan dan peralatan jemaah sudah tersedia. Jemaah juga diberikan pemahaman tentang suasana Arafah yang panas. Setelah selesai wukuf, bagi jemaah yang terpilih mengikuti Murur mereka diberangkatkan ke Muzdalifah dan langsung mabit di Mina.

Sedangkan di Muzdalifah, petugas PPIH yang telah bersiaga melakukan penyambutan sekaligus mengatur arus kedatangan jemaah dengan mengarahkan mereka ke area yang telah ditentukan berdasarkan syarikah masing-masing.

Pengelompokan tersebut dilakukan untuk memudahkan proses pendorongan jemaah dari Muzdalifah menuju Mina. Dalam simulasi, petugas juga memberikan imbauan agar jemaah tetap tertib dan mengikuti arahan.

Tahapan berikutnya menggambarkan kondisi keterbatasan fasilitas di Muzdalifah, seperti jumlah karpet istirahat yang tidak sebanding dengan kepadatan jemaah saat mabit. Situasi tersebut memicu potensi keributan antarjemaah.

Petugas PPIH kemudian memberikan imbauan secara persuasif agar jemaah saling berbagi dan menjaga ketertiban demi kenyamanan bersama. Dengan pendekatan komunikasi yang baik, situasi tersebut berhasil dikendalikan.

Simulasi juga menampilkan kondisi jemaah yang beristirahat maupun mencari kerikil untuk persiapan melontar jumrah di Mina. Dalam skenario tersebut, terdapat jemaah yang lupa koridor dan markaz sehingga sempat kebingungan di area Muzdalifah.

Petugas PPIH yang berada di lapangan segera melakukan pendampingan dan mengarahkan jemaah kembali ke rombongan serta koridor yang sesuai dengan syarikahnya.

Pada pukul 23.00 waktu Arab Saudi, simulasi berlanjut pada persiapan pergerakan jemaah menuju Mina. Saat jemaah mulai mengantre menaiki bus, terjadi ketegangan karena sebagian jemaah ingin mendahului akibat kekhawatiran tertinggal rombongan.

Petugas PPIH memberikan penjelasan bahwa proses keberangkatan dilakukan secara bertahap sesuai pengaturan dan memastikan seluruh jemaah akan terangkut. Penjelasan tersebut membuat proses naik bus kembali berjalan tertib dan lancar.

Selain itu, simulasi juga menggambarkan kepadatan lalu lintas menuju Mina akibat pergerakan jemaah dari negara lain yang berjalan kaki. Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan bus dan memicu keluhan dari jemaah.

Petugas PPIH menjelaskan penyebab keterlambatan sekaligus menenangkan jemaah melalui pendekatan persuasif serta berkoordinasi dengan pihak transportasi agar bus segera tiba. 

Dengan pengaturan dan pendampingan yang dilakukan, seluruh jemaah akhirnya dapat diberangkatkan menuju Mina dengan aman.

Setelah seluruh jemaah terdorong ke Mina, petugas Daerah Kerja (Daker) Mekkah melakukan penyisiran di area Muzdalifah untuk memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal. Setelah dinyatakan aman, petugas kemudian bergeser menuju Mina.

Sementara itu di Mina, ribuan jemaah juga melaksanalan mabit atau bermalam. Bagi jemaah terpilih tanazul, mereka langsung ke hotel yang berada di Mekkah. 

Di Mina, para petugaa yang sudah datang lebih awal juga mendampingi dan memberikan pelayanan terbaik untuk jemaah haji.

Ketua Daker Mekkah PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M yang juga Ketua Satuan Tugas Muzdalifah, Ihsan Faisal, mengatakan bahwa simulasi tersebut menjadi gambaran nyata situasi yang akan dihadapi petugas saat melayani jemaah haji Indonesia di Muzdalifah.

“Simulasi ini menjadi gambaran bahwa di Muzdalifah nanti, paling tidak dinamikanya seperti ini. Cara melayani jemaahnya juga ada caranya,” ujar Ihsan.

Ihsan berharap, melalui simulasi tersebut, pemahaman dan kesiapan peserta Diklat PPIH semakin meningkat dalam menghadapi dinamika pelayanan jemaah pada puncak ibadah haji.