Penutupan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 di MAN 19 dan MTsN 13 Jakarta, Kamis (16/7/2026). Foto: Erakini
JAKARTA, (ERAKINI) – Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Amien Suyitno, memastikan bahwa madrasah kini menjadi lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Hal itu disampaikan Amien saat penutupan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 di MAN 19 dan 13 Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Amien mengapresiasi pelaksanaan MATAMUDA 2026 yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Menurutnya, semangat para siswa baru menunjukkan bahwa madrasah telah menjadi tempat yang menyenangkan untuk memulai proses belajar.
"Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Tadi kita melihat bagaimana anak-anak madrasah menyambut dengan sangat antusias, sangat menyenangkan. Ini menjadi indikasi bahwa arahan Bapak Menteri Agama agar madrasah menjadi tempat yang aman dan nyaman mulai terwujud," ujar Amien.
Ia menegaskan, konsep madrasah yang aman tidak hanya sebatas ruang kelas dan lingkungan belajar, tetapi juga mencakup seluruh ekosistem pendidikan, termasuk ruang publik dan lingkungan pendukung lainnya.
"Kami ingin memastikan seluruh ekosistem madrasah dibangun secara inklusif dan benar-benar aman dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, psikis maupun bentuk kekerasan lain yang dilarang dalam regulasi," tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Amien juga memberikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta beserta seluruh jajarannya yang dinilai sukses menyelenggarakan MATAMUDA 2026 dengan konsep yang kreatif dan inspiratif.
Ia menilai para siswa madrasah memiliki potensi dan talenta yang luar biasa serta cita-cita besar yang harus terus didukung melalui penguatan ekosistem pendidikan.
"Kita mendengar sendiri bagaimana siswa-siswa madrasah memiliki multi talenta dan cita-cita yang hebat. Tugas kita adalah mendukung mereka agar mampu menjadi generasi terbaik pada masanya," ucapnya.
Amien juga menyoroti berbagai prestasi madrasah di DKI Jakarta. Menurutnya, capaian nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menempatkan madrasah DKI di peringkat teratas menjadi bukti kualitas pendidikan madrasah yang semakin unggul.
"Madrasah DKI sudah menjadi role model bagi madrasah di daerah lain. Ditambah lagi banyak alumninya yang diterima di perguruan tinggi nasional maupun internasional. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan madrasah," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Adib, melaporkan seluruh rangkaian MATAMUDA 2026 di madrasah se-DKI Jakarta berlangsung lancar sejak pembukaan pada Senin hingga penutupan hari ink.
Ia mengatakan, para murid baru mengikuti seluruh kegiatan dengan penuh kegembiraan sesuai dengan semangat moto tema MATAMUDA 2026, yakni SENYAMAN, yakni Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan.
"Alhamdulillah murid-murid baru diterima dengan penuh suka cita sesuai moto SENYAMAN. Mereka memasuki dunia pendidikan madrasah dengan semangat dan kegembiraan," bebernya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Dirjen Pendidikan Islam, Direktorat Madrasah, para kepala madrasah, serta seluruh jajaran Kementerian Agama di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan MATAMUDA 2026.
Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci terciptanya lingkungan madrasah yang ramah, aman, dan berkualitas bagi para peserta didik baru.