Pelabuhan Merak, jalur penyeberangan Jawa–Sumatera yang rawan terdampak gelombang tinggi dan cuaca buruk. Foto: Dok ASDP
LAMPUNG, (ERAKINI) – Cuaca ekstrem membayangi arus mudikLebaran 2026. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat langkah antisipasi, terutama di jalur penyeberangan Jawa–Sumatera yang rawan terdampak gelombang tinggi dan cuaca buruk.
“Kami terus berupaya agar penyeberangan ataupun mobilitas dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera atau sebaliknya dapat terlayani dengan baik. Sehingga kami mempersiapkan segala pelayanan,” ujar di Bandarlampung, Selasa (17/2/2026), dilansir .
Menhub menegaskan, kondisi cuaca ekstrem harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. “Kami juga akan berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan pelaksanaan angkutan Lebaran berjalan lancar,” katanya.
Selain koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Perhubungan juga membuka opsi modifikasi cuaca apabila diperlukan.
“Bila memungkinkan, kami akan mempertimbangkan pelaksanaan modifikasi cuaca untuk memberikan layanan optimal kepada masyarakat saat melakukan penyeberangan,” ucapnya.
Menhub menjelaskan, evaluasi kondisi cuaca dan kesiapan operasional akan terus dilakukan hingga pelaksanaan posko Angkutan Lebaran yang dijadwalkan mulai 13 Maret. Sementara itu, pihak kepolisian telah lebih dulu menggelar operasi pengamanan sebelum tanggal tersebut.
Ia juga menyoroti perlunya antisipasi terhadap potensi gelombang tinggi di wilayah perairan penyeberangan, yang dapat berdampak pada keselamatan dan kelancaran transportasi.
“Sudah ada rekomendasi terkait penambahan personel gabungan untuk pengendalian kemacetan dan mitigasi risiko kecelakaan selama Angkutan Lebaran 2026,” tambahnya.
Antisipasi Pasar Tumbah dan Tempat Wisata
Sebelumnya, Dudy juga sudah meminta Pemprov Banten mengantisipasi kepadatan saat arus mudik, terutama yang disebabkan pasar tumpah dan lokasi wisata. Pasar tumpah yang dimaksud seperti Pasar Kranggot, Pasar Kalodran, serta Pasar Sentiong. Sementara itu, Lokasi wisata yang perlu diantisipasi antara lain Pantai Anyer di Serang, daerah Pantai Carita, serta Pantai Tanjung Lesung di Pandeglang.
Dudy mengatakan, Provinsi Banten memiliki posisi yang sangat strategis dalam penyelenggaran angkutan Lebaran. Sebab, Provinsi Banten termasuk dalam lima besar teratas provinsi asal pergerakan masyarakat, yaitu sebanyak 11,17 juta orang.
Selain itu, di Provinsi Banten juga terdapat simpul transportasi terpadat berupa pelabuhan penyeberangan dan bandara. Oleh karena itu, Menhub sudah berkoordinasi dengan Gubernur Banten Andra Soni, di Gedung Pendopo Gubernur Banten, Serang, Senin (16/2).
Menurut MDudy, semua kendaraan dari Jawa, khususnya dari Jakarta ke Pulau Sumatera via jalur darat dan penyebangan, akan melewati Provinsi Banten.
“Bandara Soekarno-Hatta yang termasuk dalam Provinsi Banten merupakan bandara asal dan tujuan favorit dengan jumlah sebanyak 3,18 juta penumpang. Lintas pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni yang merupakan pelabuhan penyeberangan asal dan tujuan diprediksi akan menjadi terpadat dengan total sampai 6 juta penumpang,” jelas Dudy.
Terkait angkutan penyeberangan, Dudy membeberkan Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan yang melalui 15 lintas penyeberangan. Khusus menuju Pelabuhan Merak, telah disiapkan lima titik utama sebaran lokasi delaying system yaitu Rest Area KM13 A, Rest Area KM 43 A, Rest Area KM 68 A, Cikuasa Atas untuk wilayah Pelabuhan Merak, serta JLS Ciwandan untuk wilayah Pelabuhan Ciwandan.
Selain sebaran Lokasi delaying system, Kemenhub bekerja sama dengan pihak terkait juga telah menyiapkan lima jalur penyeberangan yaitu Merak-Bakauheni, Ciwandan – PT. Wijaya Karya Beton, Ciwandan - Bakauheni, BBJ Bojonegara - BBJ Muara Pilu, dan PT. Krakatau Bandar Samudera - Pelabuan Pajang sebagai contingency plan.
“Untuk Ciwandan Pelindo itu akan melayani kendaraan roda 2 dan angkutan kendaraan kecil truk. Kemudian juga KBS, Krakatau Bandar Samudera, itu sebagai salah satu alternatif untuk Pelabuhan Panjang. Merak itu hanya akan melayani kendaraan pribadi dan bus, kemudian Bojonegara akan melayani kendaraan truk ukuran besar," tandasnya.