Dalam keterangan resmi Majelis TarjihMuhammadiyah, Sabtu (14/3/2026), disebutkan bahwa KHGT menggunakan kriteria global untuk menyatukan awal bulan hijriah di seluruh dunia berdasarkan parameter astronomis yang terpenuhi di wilayah mana pun di bumi.
Dalam sistem KHGT, seluruh wilayah dunia dipandang sebagai satu kesatuan matla’ atau tempat terbit bulan. Dengan demikian, awal bulan hijriah dimulai secara serentak di seluruh dunia apabila kriteria astronomis tertentu telah terpenuhi.
Adapun kriteria tersebut adalah terpenuhinya elongasi bulan minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat pada saat matahari terbenam di suatu wilayah di dunia sebelum pukul 24.00 UTC.
Apabila parameter tersebut baru terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC, maka awal bulan tetap dapat dimulai dengan syarat parameter terpenuhi di daratan Benua Amerika serta peristiwa ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.
"Berdasarkan data astronomis, seluruh kriteria KHGT untuk penentuan awal bulan Syawal 1447 H telah terpenuhi. Oleh karena itu, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026," tulis Majelis TarjihMuhammadiyah seperti dilansir dari situs resminya.
Lebih lanjut, data astronomi menunjukkan bahwa ijtimak terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC. Lokasi pertama yang memenuhi parameter berada pada koordinat 64° 59′ 57,47″ LU dan 42° 3′ 3,47″ BT dengan kondisi matahari terbenam pukul 18.12.15 waktu setempat atau 15.24.03 UTC.
Pada saat tersebut, ketinggian bulan tercatat 6,49 derajat atau telah melampaui batas minimal 5 derajat, sedangkan elongasi bulan mencapai 8 derajat sesuai ambang batas yang ditetapkan.
"Parameter KHGT juga terpenuhi di wilayah Makkah, Arab Saudi. Di lokasi tersebut, matahari terbenam pada pukul 18.34.04 waktu setempat atau 15.34.04 UTC, dengan tinggi bulan geosentrik mencapai +06° 09′ 09″ dan elongasi geosentrik sebesar 08° 05′ 24″," demikian dalam keterangan itu.
Sementara itu, waktu fajar di Selandia Baru tercatat terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 16.50.02 UTC.
Dengan terpenuhinya parameter elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat sebelum pukul 24.00 UTC di sejumlah wilayah dunia, Muhammadiyah menyatakan awal bulan Syawal 1447 H ditetapkan secara global pada Jumat, 20 Maret 2026.
"Muhammadiyah memandang penyatuan kalender hijriah global sebagai kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Organisasi tersebut menilai penerapan KHGT merupakan langkah penting untuk menyatukan sistem penanggalan umat Islam di seluruh dunia," ujarnya.
Menurut Muhammadiyah, implementasi KHGT juga menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan umat Islam terhadap sistem kalender yang bersifat unifikatif. Selama lebih dari 14 abad, umat Islam di berbagai negara masih menggunakan metode penentuan awal bulan yang berbeda-beda sehingga kerap menimbulkan perbedaan waktu ibadah.
Melalui penerapan KHGT, Muhammadiyah berharap umat Islam dapat memiliki sistem kalender hijriah global yang sama sehingga memudahkan koordinasi waktu ibadah secara internasional.
"Muhammadiyah juga mengajak umat Islam menyambut datangnya Idul Fitri 1447 H dengan penuh kegembiraan, memperkuat semangat saling memaafkan, serta mempererat tali silaturahim," pungkasnya.