JAKARTA, (ERAKINI) – Polda Metro Jaya merilis dua inisial terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. Polisi menduga jumlah pelaku kemungkinan lebih dari empat orang.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengatakan, dua inisial tersebut diperoleh dari data kepolisian yang telah dianalisis penyidik.
“Saat ini dapat kami informasikan bahwa dua orang yang tadi kami tunjukkan tersebut, dari satu data Polri, berinisial BHC dan MAK,” ujar Iman dalam konferensi pers, Rabu (18/3/2026).
Meski demikian, Iman menegaskan jumlah pelaku diduga tidak hanya dua orang. Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan 15 saksi yang telah diperiksa, pelaku kemungkinan lebih dari empat orang.
“Dari keterangan saksi serta keterhubungan dengan barang bukti dan petunjuk yang kami peroleh, baik di tempat kejadian perkara maupun di sepanjang jalur yang diduga dilalui pelaku, masih terus kami dalami,” bebernya.
Untuk mempercepat pengungkapan kasus, Polda Metro Jaya juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat melalui hotline 110 dan nomor 081285599191.
“Kami membuka layanan kepada masyarakat yang mengetahui atau mengenali gambar pelaku yang telah kami sampaikan. Informasi tersebut sangat membantu penguatan keterangan dalam penyidikan,” kata Iman.
Selain itu, penyidik juga tengah menganalisis berbagai bukti ilmiah (scientific evidence) guna mendukung proses pengungkapan kasus.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memastikan pihaknya terus bekerja mengusut tuntas kasus ini. Presiden Prabowo Subianto sudah meminta agar kasus ini diungkap secara tuntas.
“Kemarin Bapak Presiden sudah jelas memerintahkan kita untuk mengusut tuntas. Tentunya saat ini Polri sedang bekerja,” ujar Kapolri.
Menurut Kapolri, penyidik saat ini tengah mendalami rekaman dari 86 kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Namun, Polri tidak hanya bergantung pada CCTV.
“Kami tidak berhenti di CCTV. Semua sumber informasi dan alat bukti akan kami kumpulkan agar kasus ini bisa terungkap dan menjadi terang benderang,” ucapnya.