Tiang-tiang monorel yang selama bertahun-tahun mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, akhirnya mulai dibongkar, Senin (14/1/2026). Foto: Berita Jakarta
JAKARTA, (ERAKINI) – Tiang-tiang monorel yang selama bertahun-tahun mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, akhirnya mulai dibongkar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai penataan kawasan strategis tersebut dengan harapan mengurai kemacetan sekaligus mempercantik wajah ibu kota.
Groundbreaking penataan kawasan ini dipimpin langsung Pramono Anung, didampingi Wakil Gubernur Rano Karno, periode 1997–2007 Sutiyoso, perwakilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sebanyak 109 tiang monorel yang terbengkalai di sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga depan Hotel Grand Melia akan dibongkar. Proyek pembongkaran ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada September 2026.
“Saya hari ini bersama Bapak Sutiyoso, Kajati, Bapak Wagub, dan juga dari KPK melakukan penataan Jalan HR Rasuna Said yang dimulai dengan memotong tiang monorel,” ujar Pramono di lokasi, Rabu (14/1/2026).
Pramono menyebutkan, biaya pembongkaran tiang monorel tersebut diperkirakan mencapai Rp254 juta. Adapun total anggaran penataan kawasanJalan HR Rasuna Said diperkirakan sebesar Rp102 miliar.
Penataan kawasan meliputi perbaikan jalan, saluran air, taman, penerangan jalan, hingga jalur pedestrian. Melalui penataan ini, Pemprov DKI berharap dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.
“Saya meyakini ini akan membuat Jalan HR Rasuna Said menjadi semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” katanya.
Pembongkaran tiang monorel mangkrak ini mendapat dukungan penuh secara hukum dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan KPK. Untuk menjaga kenyamanan pengguna jalan, seluruh proses pembongkaran akan dilakukan pada malam hari.
Pramono juga menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk memastikan tidak ada penutupan jalur utama agar arus lalu lintas tetap lancar.
Terkait status aset, Pemprov DKI telah berkomunikasi dengan PT Adhi Karya. Sebelumnya, Pemprov DKI telah mengirimkan surat kepada Adhi Karya agar membongkar sendiri tiang monorel tersebut pada November lalu, namun hingga batas waktu yang ditentukan tidak terlaksana. Meski pembongkaran kini diambil alih Pemprov DKI, Pramono menegaskan besi hasil bongkaran akan diserahkan kembali kepada Adhi Karya.
Selain di Rasuna Said, penataan tiang monorel juga akan dilakukan di kawasan Senayan. Namun, beberapa tiang akan dipertahankan untuk dimanfaatkan sebagai sarana komersial, seperti reklame atau videotron.
“Untuk di Senayan, beberapa pasti akan kami bongkar, tetapi beberapa akan kami sisakan untuk videotron dan reklame. Jadi harus dimanfaatkan,” ucapnya.
Sutiyoso mengapresiasi langkah Gubernur Pramono dalam menata kawasan Jalan HR Rasuna Said. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan langkah tepat meski membutuhkan biaya besar.
“Kepastian itulah yang diberikan oleh Gubernur Pramono dan itu adalah keputusan yang paling tepat. Seenggak seenak apa pun mengeluarkan biaya, harus kita lakukan,” ujar Sutiyoso yang akrab disapa Bang Yos.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung upaya Pemprov DKI dalam menata kawasan Rasuna Said agar lebih tertata dan nyaman.
“Terima kasih Pak Gubernur Pramono, Pak Wagub, Pak Kajati, dan KPK yang ikut mendukung penertiban ini. Semoga nanti hasilnya bisa dinikmati masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pembongkaran tiang monorel dilakukan pada malam hari, yakni pukul 23.00 hingga 05.00 WIB.
“Pembongkaran dilakukan malam hari agar tidak menutup jalan dan tidak mengganggu aktivitas warga pada pagi hari,” kata Syafrin.
Meski demikian, Dishub DKI tetap menyiapkan pengalihan arus lalu lintas di jalur lambat secara bertahap sesuai segmen pembongkaran.
“Pembongkarannya satu tiang per malam. Jadi penutupan jalur tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap di jalur lambat,” tandasnya.
Pemprov DKI berharap pembongkaran tiang monorel mangkrak ini tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga memperindah kawasan Jalan HR Rasuna Said sehingga lebih nyaman bagi masyarakat.