JAKARTA, (ERAKINI)-Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Andre Rosiade, tak terima dengan cara calon presiden nomor urut satu Anies Baswedan yang menyerang pribadi calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto di debat ketiga capres di Istora Senayan, Minggu (7/1/2024) malam.
Menurut politikus asal Sumatera Barat ini, Anies Baswedan adalah sosok yang tak beretika dan suka berbohong demi mencapai ambisi politik. Padahal, kata Ade, Prabowo dan Gerindra memiliki jasa besar dalam menghantarkan Anies Baswedan menjadi gubernur DKI Jakarta.
"Mas Anies kehilangan otoritas bicara etika pada debat ini. Sebab Pak Prabowo, pribadi yang diserang Mas Anies selama ini, adalah tokoh utama penyokong pemenangannya di Pilgub DKI Jakarta. Kami seluruh kader Gerindra diperintahkan Pak Prabowo turun ke Jakarta untuk membantu pemenangan Pilgub. Tapi lihat sekarang bagaimana balasannya," ujar Andre dalam keterangan resminya, Senin (8/1/2024).
Andre menilai, dalam perhelatan Pilpres 2024 ini, Anies rela melakukan kebohongan publik demi meraih kekuasaan. Kebohongan pertama, kata Andre adalah saat mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyinggung kasus kematian remaja 15 tahun bernama Harun Al Rasyid, yang disebutnya tidak ada kejelasan sampai saat ini.
Andre mengatakan, saat 2019 lalu, Harun masih berusia 15 tahun yang berarti belum mempunyai hak pilih. Ia menyebut keterangan itu berdasar pengakuan orang tua Harun.
"Jadi dia bukan pemilih, dia bukan pendukung, simpatisan juga bukan, tapi dia usia anak-anak yang ikut menjadi korban," tuturnya.
Sebelumnya, Dalam debat yang digelar KPU di Istora Senayan, tema yang dibahas adalah soal pertahanan, keamanan, politik luar negeri, geopolitik dan geospasial.
Anies sejak awal tampil menyerang Prabowo dengan menyebut perbandingan antara kesejahteraan prajurit dengan kepemilikan lahan Ketua Umum Partai Gerindra itu. Data itu yang diucapkan Anies pun dibantah Prabowo.
Adapun Ganjar menyerang di saat-saat akhir saat bertanya soal indeks kinerja militer yang turun. Ia bahkan menantang tim Prabowo untuk maju ke podium untuk memberikan bantahan jika data yang diungkapkannya itu salah.