JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah Indonesia akan mengalami peningkatan curah hujan dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan rilis resmi di laman BMKG.go.id, prakiraan cuaca harian untuk Rabu (29/10/2025) hingga awal November menunjukkan potensi hujan dengan intensitas tinggi di berbagai daerah.
BMKG menjelaskan, secara umum curah hujan pada periode Oktober dasarian III hingga November dasarian II 2025 diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni 0-150 mm per dasarian. Namun, sejumlah wilayah diperkirakan akan mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, melebihi 150 mm per dasarian.
Wilayah dengan potensi hujan lebat
Pada Oktober dasarian III, hujan kategori tinggi-sangat tinggi berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian barat dan selatan, serta Papua bagian barat dan tengah.
Sementara pada November dasarian I–II, pola curah hujan tinggi diprediksi berlanjut di sebagian wilayah Sumatera bagian selatan dan barat, Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan bagian tengah dan timur, serta Sulawesi bagian selatan.
Pengaruh fenomena atmosfer global BMKG juga mengidentifikasi sejumlah fenomena atmosfer yang memengaruhi peningkatan curah hujan, antara lain aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuator, dan gelombang Kelvin.
"MJO diperkirakan aktif di wilayah Samudra Hindia barat Aceh hingga selatan Jawa, termasuk sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Maluku Utara. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut," tulis BMKG di laman resminya.
Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di Laut Jawa, Jawa bagian selatan, pesisir Kalimantan, Sulawesi bagian selatan, Bali, NTB, dan NTT. Gelombang Kelvin, yang bergerak dari barat ke timur, juga terpantau aktif di wilayah Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Laut Jawa, serta sebagian wilayah Sulawesi.
Kombinasi ketiga fenomena tersebut, menurut BMKG, berpotensi meningkatkan intensitas hujan di beberapa daerah seperti Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan bagian barat dan timur, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, serta perairan selatan Sulawesi.
Sirkulasi siklonik dan konvergensi
Selain itu, sirkulasi siklonik terpantau di beberapa wilayah seperti daratan Vietnam bagian selatan, Laut Jawa bagian utara, Laut Sulawesi, dan Laut Filipina bagian timur. Kondisi ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi, atau pertemuan angin, yang memanjang dari Teluk Thailand hingga Laut Sulawesi dan berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.
BMKG juga mencatat adanya peningkatan kecepatan angin permukaan hingga 25 knots di Samudra Hindia barat daya Banten yang dapat memicu gelombang tinggi di wilayah perairan tersebut.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah seperti Sumatera bagian selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Kondisi labilitas lokal kuat di wilayah-wilayah tersebut mendukung pembentukan awan konvektif yang dapat menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik situs web maupun aplikasi mobile, agar dapat merencanakan aktivitas dengan aman dan waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung.