Profil Romo Mudji Sutrisno: Budayawan yang Menjembatani Iman, Seni, dan Bangsa
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Budayawan Romo Mudji Sutrisno, Serikat Yesus (SJ), meninggal dunia dalam usia 71 tahun pada Minggu (28/12/2025) malam. Romo Mudji menghembuskan napas terakhir pada pukul 20.43 WIB akibat sakit di Rumah Sakit Carolus, Jakarta.
Dirangkum Erakini, Romo Mudji Sutrisno dikenal sebagai budayawan Indonesia sekaligus rohaniawan Katolik, penyair, dan pelukis.
Pemilik nama lengkap Prof Fransiskus Xaverius Mudji Sutrisno ini lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 12 Agustus 1954. Semasa hidupnya, Romo Mudji Sutrisno dikenal sebagai imam yang tekun dalam pelayanan pastoral, pendidikan, dan pendampingan umat.
Romo Mudji merupakan anak keempat dari enam bersaudara. Ayahnya berprofesi sebagai guru, sehingga masa kecilnya dihabiskan di lingkungan perumahan guru.
Sejak kecil, nilai-nilai nasionalisme telah ditanamkan oleh sang ayah. Berbagai cara dilakukan sang ayah untuk memupuk rasa nasionalisme pada anak-anaknya, seperti mengajak menonton wayang, mengikuti lomba tujuhbelasan, dan kegiatan kebangsaan lainnya. Upaya sang ayah inilah yang menjadi dasar pandangan Romo Mudji tentang nasionalisme saat dewasa.
Romo Mudji memulai pendidikannya di SD Pangudi Luhur. Sejak duduk di bangku SD, ia mulai memiliki ketertarikan untuk menjadi romo. Ketertarikan ini bermula saat Mudji menjadi putra altar. Dalam peran tersebut, ia mengamati bahwa kasih seorang romo tidak terhalang oleh batas usia. Seorang romo dapat menyapa siapa saja, mulai dari anak-anak hingga kakek-nenek.


















