Komik Superman edisi pertama terbitan 1939 memecahkan rekor dunia setelah terjual seharga USD9,12 juta atau sekitar Rp153 miliar. Foto: Getty Images via Hollywood Reporter
JAKARTA, (ERAKINI) -Komik Superman edisi pertama terbitan 1939 memecahkan rekor dunia setelah terjual seharga USD9,12 juta atau sekitar Rp153 miliar, dalam lelang yang digelar Heritage, AS, pada Kamis (20/11) lalu. Padahal, komik langka itu nyaris dimakan rayap, karena tersimpan di loteng rumah.
Mengutip Hollywood Reporter, Sabtu (22/11), Komik Superman ini merupakan judul solo pertama yang menampilkan Man of Steel dan masih berada dalam kondisi yang nyaris sempurna, menjadikannya salah satu artefak budaya pop paling bernilai sepanjang sejarah.
Dengan penjualan USD9,12 juta, harga komik tersebut melampaui rekor sebelumnya yang tercipta pada 2024, ketika Action Comics edisi pertama, komik yang pertama kali memperkenalkan Superman kepada dunia, terjual seharga USD6 juta.
Sebelum itu, Superman edisi pertama pernah mencatat angka USD5,3 juta pada 2022, sementara Amazing Fantasy edisi 15 (kemunculan perdana Spider-Man) terjual USD3,6 juta pada 2021.
Meski pasar komik tidak lagi melonjak seperti awal 2020-an, bahkan banyak harga komik turun hingga sepertiga, salinan Superman edisi 1 ini ternyata memiliki sejumlah faktor yang membuat nilainya meroket.
Untuk komik berusia 86 tahun, kondisinya dinilai luar biasa dengan grade 9,0 dari 10 oleh Certified Guaranty Company (CGC), lembaga penilaian komik independen terkemuka.
Ditemukan Tak Sengaja 3 Bersaudara
Nilai komik tersebut semakin istimewa berkat kisah penemuannya yang tak biasa. Komik itu ditemukan tiga bersaudara di loteng rumah mendiang ibu mereka di California Utara, tersimpan dalam sebuah kotak berisi guntingan koran menguning.
Ketika hendak mulai membersihkan rumah, mereka hanya berpikir yang ada tumpukan barang lama dan kenangan emosional, bukan harta karun budaya pop.
Di antara koleksi yang tidak pernah dilihat sebelumnya, mereka menemukan salinan Superman edisi pertama yang nyaris tak tersentuh waktu. Ketiga bersaudara itu mengaku terpaku tak percaya.
Perjalanan komik itu kembali ke era Depresi Besar, ketika ibu mereka yang saat itu berusia sembilan tahun, bersama kakaknya yang remaja, mengumpulkan receh untuk membeli komik dari kios koran di San Francisco, termasuk edisi Superman pertama tersebut.
Mereka membacanya berulang kali dan merawatnya cukup baik. Selama bertahun-tahun, sang ibu kerap mengatakan bahwa ia memiliki “komik langka di suatu tempat”, namun ia tak pernah mengingat lokasinya. Anak-anaknya menganggap cerita itu hanya legenda keluarga.
Sang ibu meninggal sebelum pandemi, dan rumah itu tetap tak tersentuh selama beberapa tahun hingga ketiga saudara itu siap mengurusnya tahun ini. Ketika kotak di loteng dibuka, legenda itu berubah menjadi kenyataan, dan dunia kolektor komik pun gempar.
Dengan kondisi terbaik yang diketahui ada dan nilai historis yang kuat, penawaran awal dalam lelang telah mencapai USD5 juta sebelum akhirnya memecahkan rekor sebagai komik termahal yang pernah dijual.