Puisi-Puisi Malik Ibnu Zaman
Malik Ibnu Zaman
Makam Tanpa Nama
Terbaring di sini.
Pada sebuah bukit yang menjulang tinggi,
terpatri di padang hamparan ilalang,
terkubur dalam hening.
Entah siapa yang terkubur di dalamnya.
Kusak kusuk menyebar turun temurun lamanya.
Katanya itu adalah makam wali tanpa nama.
Betapa banyaknya kekasih ilahi,
yang memilih untuk tidak dikenali.
Tetapi doanya merawat peradaban.
Mereka tidak butuh pujian,
tidak butuh pengakuan.
Tidak seperti kita manusia yang membutuhkan ketenaran.
Mereka ikhlas terkubur tanpa ada yang mengenali.
Nyanyian Sunyi
Bintang-bintang gemerlap di lekuk cakrawala,
pohon-pohon menunduk berdzikir kepada pencipta.
Angin malam berhembus dengan mesra,
orang-orang terlelap dalam baluran selimut mereka.
Sebuah nyanyian bergemuruh menggetarkan semesta.
Suaranya penuh dengan ratapan,
tangisnya sesenggukan penuh penyesalan.
Ya Robbi aku mohon,
sisakan aku air syafaat.
Malik Ibnu Zaman, lelaki kelahiran Tegal, Jawa Tengah.
Beberapa cerpen dan esai yang ia tulis bisa ditemui di beberapa media online.
Saat ini Malik tengah aktif menulis sebagai kontributor reguler di media NU Online.

















