JAKARTA, (ERAKINI) - Sejarah tercipta di Australian Open 2025. Ganda putra dan ganda putri memastikan all Indonesian final. Empat wakil Merah Putih akan bersaing memperebutkan gelar juara pada Minggu (23/11/2025) di Sydney Olympic Park.
Hasil ini sekaligus mengulang kejayaan Indonesia di ajang Australian Open 2013, di mana saat itu ganda putra Angga Pratama dan Rian Agung Saputro, serta pasangan putri Aprilsasi Putri Lejarsar Variella dan Vita Marissa keluar sebagai juara.
Angga/Rian kala itu mengalahkan pasangan Indonesia lainnya di partai puncak, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Sedangkan Variella/Vita sukses mengandaskan perlawanan wakil Thailand Savitree Amitrapai/Sapsiree Taerattana.
Bagi ganda putri, hasil ini juga memastikan Indonesia mempertahankan gelar Australian Open setelah Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi berhasil keluar sebagai juara edisi 2024 lalu.
All Indonesian final di Australian Open 2025 dipastikan setelah pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melaju mulus ke final usai mengalahkan unggulan kedua Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, 21-15, 21-15 pada babak semifinal di Quaycentre, Sydney, Sabtu (22/11).
Raymond/Nikolaus yang turun sebagai debutan di level Super 500 langsung menembus babak pamungkas setelah pada perempat final mengalahkan unggulan ketiga Malaysia, Man Wei Chong/Kai Eun Tee.
“Puji Tuhan, senang sekali karena bisa mengalahkan pasangan top. Senang juga bisa membuat all Indonesian final di ganda putra,” kata Nikolaus dikutip dari keterangan resmi PBSI.
Ia mengatakan pada laga pamungkas keduanya akan bermain lebih fokus karena bertekad meraih gelar pertama di level Super 500.
Di partai puncak, Raymond/Nikolaus akan menghadapi Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri setelah mengalahkan wakil Indonesia lainnya, Sabar Gutama Karyaman/Moh Reza Pahlevi Isfahani, di semifinal. Laga berlangsung ketat selama 1 jam 16 menit sebelum Fajar/Fikri menang 21-15, 19-21, 21-16.
Kemenangan tersebut memperpanjang rekor Fajar/Fikri menjadi 3-0 atas Sabar/Reza, setelah sebelumnya bertemu di Japan Open 2025 dan China Open 2025 pada Juli.
Sejak kembali berpasangan pada Juli lalu, Fajar/Fikri menunjukkan konsistensi tinggi. Mereka langsung meraih gelar Super 1000 di China Open 2025 dan kini berpeluang menambah koleksi gelar di Sydney. Namun, mereka juga sempat gagal di final Korea Open 2025, Denmark Open 2025, dan French Open 2025.
Final Pertama Rachel/Febi
Pada sektor ganda putri, pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari melaju ke final setelah mengalahkan wakil Jepang, Ririna Hiramoto/Kokona, 19-21, 21-11, 21-12 di semifinal.
Ana/Trias menyusul rekan sesama wakil Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, yang lolos terlebih dahulu usai mengalahkan wakil Amerika Serikat, Francesca Corbett/Jennie Gai.
Ana/Trias sempat tertinggal pada gim pertama karena pertahanan dan pengembalian yang kurang baik. Namun keduanya memperbaiki permainan hingga merebut dua gim berikutnya.
Ana mengaku sangat gembira meraih kemenangan dan menciptakan all Indonesian final di ganda putri, apalagi bersama Trias yang merupakan pasangan baru.
“Pencapaian yang sangat penting setelah kemarin di awal-awal kami cukup kesulitan menembus babak akhir,” ujarnya.
Sementara itu, Trias juga bersyukur mampu mencapai final Super 500 pertamanya. “Besok (di final) mau main santai saja, nikmati pertandingan dan keluarkan semua kemampuan. Tidak sabar juga bertemu mantan partner, Rachel, di pertandingan resmi,” katanya.
Pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum sebelumnya melaju ke final setelah mengalahkan Francesca Corbett/Jennie Gai 21-18, 21-19. Ini menjadi final pertama bagi Rachel/Febi di level Super 500 sejak dipasangkan pada September 2025.
Rachel mengaku bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan yang membawa mereka mencetak sejarah karena untuk pertama kalinya mencapai babak final Super 500.
“Senang sekali, Puji Tuhan bisa menyelesaikan pertandingan hari ini dengan kemenangan,” katanya.