Sah! Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H Jatuh pada hari Sabtu 21 Maret 2026.
Dalam sistem KHGT, seluruh wilayah dunia dipandang sebagai satu kesatuan matla’ atau tempat terbit bulan. Dengan demikian, awal bulan hijriah dimulai secara serentak di seluruh dunia apabila kriteria astronomis tertentu telah terpenuhi.
Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menggelar Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H pada 19 Maret 2026.
Umat Muslim di sebagian besar negara-negara Arab sudah merayakan Hari Raya Idulfitri pada Minggu (30/3) ini setelah terlihat adanya hilal.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025.
Resmi! Pemerintah telah menetapkan Lebaran Idulfitri 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin 31 Maret 2025. Simak di sini!
BMKG menyebut bahwa pada 30 Maret 2025, elongasi di Indonesia diperkirakan berkisar antara 13,02 derajat di Merauke hingga 14,83 derajat di Sabang.
Idul Fitri atau 1 Syawal 1446 Hijriah diprediksi akan jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025, menurut Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad.
Menag RI Yaqut Cholil Qoumas menyebut bahwa sidang isbat penentuan Idul Fitri menjadi titik temu dan jadi ruang dialog bagi umat Islam saling bertukar pikiran.
Rukyah penentuan 1 Syawal 1445 H oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI digelar di 127 titik di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Pemerintah resmi mengumumkan Idul Fitri 1445 H jatuh pada Rabu 10 April 2024 besok.
Arab Saudi menetapkan 1 Syawal 1445 H atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada Rabu (10/4/2024).
Dalam menentukan perhitungan Bulan Hijriah, Islam mengenal 2 metode populer yaitu hisab dan rukyat. Berikut penjelasan tentang Rukyatul Hilal dan Hisab dalam menentukan 1 Syawal.