Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kerukunan adalah modal utama pembangunan bangsa.
Dalam Perayaan Natal Nasional 2025, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengajak seluruh jemaah untuk mendoakan korban bencana di Indonesia.
Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 dilaksanakan dengan sederhana, dana difokuskan untuk korban bencana.
Penghargaan yang diberikan UIN Banten menjadi bentuk apresiasi universitas atas dedikasi pegawai dalam mendukung peningkatan kinerja kelembagaan.
Kemenag hari ini genap berusia 80 tahun. Perjalanan 8 dekade menegaskan peran Kemenag sebagai penjaga nalar agama dan bingkai kebangsaan.
Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar berharap agar gereja, masjid dan tempat ibadah lainnya menjadi rumah besar kemanusiaan.
Setidaknya ada lima kategori jemaah yang berhak melakukan pelunasan Bipih pada tahap kedua. Pertama, jemaah yang sebelumnya gagal melunasi biaya haji. Selengkapnya di sini:
Menag Nasaruddin mengajak umat berdoa untuk Sumatera dan berbagi untuk sesama dalam momentum Tahun Baru 2026.
Pendidikan Islam bertransformasi agar mampu menjawab krisis global yang ditandai perubahan cepat, ketidakpastian, hingga tantangan etika teknologi.
Dalam unggahan itu, Kemenhaj menyebutkan bahwa kesempatan pelunasan masih dibuka bagi jemaah haji khusus kuota cadangan.
Pesan Menag Nasaruddin dalam Refleksi Akhir Tahun 2025: Jangan habiskan untuk hura-hura. Perkuat empati dan solidaritas sosial.
Di momen Natal 2025, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengajak gereja dan umat menebarkan empati dan harapan untuk Indonesia.
Menag menegaskan bahwa Natal tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk menghadirkan nilai kasih, kepedulian, dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada momen Natal 2025, Nasaruddin menyebut pentingnya peran keluarga dalam membangun kehidupan berbangsa.
Sebanyak 6.919 masjid ramah pemudik disiagakan oleh Kementerian Agama. Menag Nasaruddin menyebut bahwa hal tersebut menjadi bukti bahwa toleransi di Indonesia bukan hanya wacana.