Fokus Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini berubah setelah dinakhodai Prof Arif Satria. BRIN kini difokuskan pada riset di bidang pangan, energi, dan air.
Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Jabatan Kepala BRIN kini diisi Prof Arif Satria, dan Prof Amarulla sebagai wakil.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, kepada Prof Muhammad Ishom.
Polri kini punya 1.156 perwira baru lulusan Sekolah Inspektur Polisi (SIP). Para perwira baru ini kini disiapkan menjadi komandan lapangan.
Di usia 28 tahun, Rama Duwaji akan menjadi ibu negara termuda yang pernah dimiliki Kota New York. Ia kini mendadak menjadi sorotan dunia.
Penerima beasiswa terbanyak berasal dari program doktoral (S3). Selain itu, terdapat 19 penerima di jenjang sarjana (S1) dan 18 penerima di jenjang magister (S2).
Alumni SMA Taruna Nusantara kembali dipercaya menakhodai Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK). Terbaru adalah Prof Teuku Faisal Fathani yang dipercaya menjabat Kepala BMKG.
Seorang sahabat bernama Thamamah, dirinya sebelum masuk Islam sering tidur dan bermalam di dalam masjid yang dibangun oleh Rasulullah SAW tersebut.
BWI menegaskan masih banyak aset wakaf yang belum termanfaatkan secara maksimal. BWI mencontohkan sejumlah tanah wakaf yang kini sudah mulai dikelola untuk kegiatan produktif.
Program MoRA The AIR Funds merupakan pendanaan riset berbasis mandat Kemenag melalui mekanisme LPDP, dengan tujuan memperkuat riset strategis di berbagai bidang.
Kamaruddin menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada fungsi pengajaran semata, tetapi harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat di sekitarnya.
Memiliki banyak guru besar menjadi bagian dari langkah strategis untuk menjadikan UIN SMH Banten sebagai kampus bereputasi di tengah tantangan zaman.
Raisa merupakan diva (penyanyi wanita) papan atas Indonesia dengan suara khas dan pesona elegan yang memikat banyak penggemar.
Penetapan kelima guru besar itu tertuang dalam surat Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Agama (Kemenag) Nomor P-1684.1/B.II/KP.00/10/2025 tertanggal 20 Oktober 2025.
Menurut Prof Ishom, peran santri dan pesantren tidak hanya kuat di masa lalu, tetapi juga terus relevan di masa kini.