Ratusan ribu warga Australia turun ke jalan di berbagai kota pada Minggu (24/8/2025), menuntut diakhirinya genosida di Gaza dan mendesak pemerintah menjatuhkan sanksi terhadap Israel.
Lazzarini juga menyerukan semua pihak yang memiliki pengaruh untuk segera bertindak demi mengakhiri krisis kemanusiaan tersebut.
Ibu Negara Turki Emine Erdogan telah mengirim surat ke Istri Presiden AS Donald Trump, Melania Trump, mendesak untuk menyuarakan keprihatinannya terhadap anak-anak di Gaza.
Militer Israel telah memulai untuk meningkatkan serangan ke Kota Gaza. Sebanyak 65 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak Jumat (22/8/2025) dini hari.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengancam bakal hancurkan Kota Gaza jika Hamas tidak melucuti senjata dan membebaskan sandera.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu masih ngotot untuk tetap merebut Kota Gaza. Pihaknya setuju berunding dengan Hamas asal dengan syarat Israel.
Koalisi Kebebasan Media di seluruh dunia mendesak Israel untuk mengizinkan organisasi berita asing yang independen mengakses wilayah Palestina yang terkepung di Gaza.
Ngeri! Militer Israel akan memanggil 60.000 tentara cadangan menjelang perluasan operasi militer di Kota Gaza.
Kejam! Nyaris 19.000 anak-anak Palestina telah dibunuh oleh Israel di Gaza. Total korban tewas telah menembus angka 62.000 lebih.
Israel belum memberikan tanggapan atas proposal gencatan senjata di Gaza usai Hamas menyatakan menerima usulan baru dari mediator Arab.
Sebanyak 1.200 ton pasokan bantuan pangan untuk Gaza diangkut sebuah kapal berbendera Panama. Kapal tersebut mendekati pelabuhan Ashdod, Israel, pada hari Selasa (19/8/2025).
Hamas menyatakan sepakat dengan usulan gencatan senjata baru dengan Israel di Gaza, menurut sebuah sumber Hamas yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Imbas khawatir serangan Israel, sejumlah warga Palestina sudah tinggalkan Kota Gaza.
Israel mengintensifkan serangan terhadap kota terbesar di Gaza menjelang rencana untuk merebutnya. Sebanyak 11 warga Palestina tewas dalam serangan tersebut.
Hamas menolak rencana relokasi Israel. Hamas menyebut bahwa hal itu adalah gelombang baru genosida dan pengungsian bagi ratusan ribu penduduk Palestina.