Menag Nasaruddin mengajak umat berdoa untuk Sumatera dan berbagi untuk sesama dalam momentum Tahun Baru 2026.
Pendidikan Islam bertransformasi agar mampu menjawab krisis global yang ditandai perubahan cepat, ketidakpastian, hingga tantangan etika teknologi.
Pesan Menag Nasaruddin dalam Refleksi Akhir Tahun 2025: Jangan habiskan untuk hura-hura. Perkuat empati dan solidaritas sosial.
Di momen Natal 2025, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengajak gereja dan umat menebarkan empati dan harapan untuk Indonesia.
Menag menegaskan bahwa Natal tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk menghadirkan nilai kasih, kepedulian, dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada momen Natal 2025, Nasaruddin menyebut pentingnya peran keluarga dalam membangun kehidupan berbangsa.
Sebanyak 6.919 masjid ramah pemudik disiagakan oleh Kementerian Agama. Menag Nasaruddin menyebut bahwa hal tersebut menjadi bukti bahwa toleransi di Indonesia bukan hanya wacana.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar terus menggaungkan konsep ekoteologi: Tanpa bahasa agama, mustahil bisa membenahi lingkungan.
Ketua Forum Rektor PTKIN yang juga Rektor UIN Mataram, Masnun Tahir, mengatakan audiensi ini bertujuan menyelaraskan kebijakan serta memperkuat arah pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam.
BMBPSDM Kemenag menggelar kegiatan Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 (Repro) yang dirangkai dengan peluncuran Indeks Kementerian Agama, Senin (22/12/2025) malam.
Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar mengatakan, penyediaan sarana ramah difabel merupakan bagian dari komitmen Kemenag dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa seluruh PTKIN di Indonesia harus menjadi institusi pendidikan yang terbuka dan ramah bagi penyandang disabilitas.
Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengatakan, perbedaan teknis hisab rukyat perlu dijawab dengan fikih dan teknologi.
Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar menilai langkah yang dilakukan Direktorat Jenderal Bimas Buddha sangat membantu guru-guru yang mengajar di sekolah Buddha.
Acara haul ke-16 Gus Dur diawali dengan pembacaan selawat nabi oleh tim hadrah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dan testimoni dari para tokoh yang hadir.